detikinet

Dokter Pakai Twitter, Privasi Pasien Terancam?

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 25/08/2009 14:53 WIB

Ilustrasi (Ist.)

Washington - Adopsi situs mikro blogging kian meluas di berbagai kalangan. Para dokter di Amerika Serikat misalnya, kini semakin gandrung dengan Twitter untuk menunjang profesi mereka sekaligus berhubungan dengan pasien secara praktis.

Hal ini terungkap dalam laporan yang ada di jurnal medis setempat, Telemedicine & e-Health. Penggunaan Twitter antara lain untuk memberikan informasi kesehatan dan peringatan medis tertentu.

Dikutip detikINET dari TechRadar, Selasa (25/8/2009), Twitter dinilai mempunyai banyak manfaat untuk kalangan kesehatan. Terdata sekitar 140 kegunaan Twitter di dunia medis, seperti peringatan bencana, manajemen diabetes, dan sebagainya.

Sampai bulan Mei 2009, diperkirakan 255 rumah sakit di Negeri Paman Sam memanfaatkan situs jejaring sosial. Dari jumlah itu, 167 di antaranya punya akun Twitter. Terungkap pula dalam laporan kalau separuh pasien berusia 25 sampai 34 tahun terpengaruh oleh media sosial ketika memutuskan sesuatu soal kesehatan.

Namun demikian, penggunaan Twitter oleh dokter juga dinilai bisa membahayakan soal privasi pasien. Misalnya para dokter mengumbar informasi penting pasiennya di Twitter tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Karena itu mungkin perlu aturan jelas soal masalah seperti ini.

( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    iPad Generasi Terbaru Memuaskan?

    Setelah sekian lama dinanti, Apple akhirnya memperkenalkan iPad generasi terbaru. Bentuk perangkat ini memang tidak berubah dibanding iPad 2. Namun dari sisi fitur, new iPad cukup memuaskan. Menurut Anda?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%