http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Telkomsel Tak Mulus Gelar Telepon Pedesaan

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 18/08/2009 13:54 WIB
http://us.images.detik.com/content/2009/08/18/328/sarwoto-dirut-telsel150.jpg Sarwoto Atmosutarno (inet)
Jakarta - Telkomsel tak selamanya mulus saat menggelar jaringan telekomunikasi di area pedesaan dalam program Universal Service Obligation (USO). Operator seluler ini sempat ditolak beberapa daerah saat hendak membangun jaringannya di luar Pulau Jawa.

"Ada beberapa daerah di luar Jawa yang menolak saat kita mau pasang USO. Ini aneh. Mau pasang malah ditolak Kami ingin pemerintah daerah ikut membantu dalam hal perizinan," ungkap Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, di kantor pusat Telkomsel, Gedung Mulia, Jakarta, Selasa (18/8/2009).

Selain ditolak di beberapa daerah, Telkomsel juga sempat mendapat musibah saat hendak mengangkut perangkat fixed wireless terminal (FWT) ke sejumlah daerah. "Ada sedikit kendala, kapal laut untuk angkut FWT kami sempat terbakar. Namun kami masih sempat catch up 2-3 minggu, masih sesuai target waktu," tutur Sarwoto.

Telkomsel sendiri mendapat amanah untuk menggelar jaringan telekomunikasi USO di 24.056 desa hingga akhir 2009. Kata Sarwoto, hingga September nanti, pihaknya akan merampungkan 10 ribu titik atau sekitar 40%. Sisanya, akan digeber hingga akhir tahun. (rou/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Permen Situs Negatif, Menurut Anda?

Pro kontra Permen Kominfo no 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif terus mengemuka. Lantas bagaimana dengan Anda terkait kehadiran Permen yang mengatur tata cara pelaporan situs yang masuk daftar hitam sensor Trust+ Positif ini?
Pro
25%
Kontra
75%


Must Read close