detikinet

Acer Tergiur Cicipi Bisnis Ponsel Pintar

Trisno Heriyanto - detikinet
Selasa, 04/08/2009 15:27 WIB

Ponsel pintar Acer

Jakarta - Acer tampaknya belum puas meski telah cukup berjaya di pasar netbook. Kini pabrikan asal Taiwan ini juga tergiur untuk mencicipi persaingan di bisnis ponsel pintar. Perkembangan bisnis ponsel pintar dewasa ini rupanya mampu menggoda Acer untuk turut serta meramaikan bisnis tersebut. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, tercatat pertumbuhan pengguna ponsel pintar sekitar 15 persen.

Untuk memuluskan langkahnya di bisnis ponsel pintar, Acer telah menggaet pengembang ponsel asal Taiwan, E-Ten. Sejumlah produk pun telah disiapkan Acer.

Sebut saja beberapa produknya yang sudah menyambangi Indonesia, Acer M900, Acer F900, Acer X960 dan Acer DX900. Keempat produk tersebut masing-masing menawarkan fitur dan design yang diklaim mampu memenuhi kebutuhan akan hiburan dan konektivitas.

Walaupun Indonesia telah dibanjiri beragam ponsel pintar, namun Acer tetep optimistis bahwa produknya bakal mendapat tempat di hati para pengguna ponsel pintar.

"Kami yakin dengan design dan fitur yang kami tawarkan, ponsel ini dapat menarik perhatian para pengguna ponsel pintar," ujar Kamarudin Bin Abdul Kahar, Direktur, Business Development and Strategic parnerships, APAC, kepada sejumlah wartawan dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Selasa, (4/8/2009).
( eno / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%