Berita Utama
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
-
Senin, 21/05/2012 15:24 WIB
Wah! Kamera Instagram Bakal Diwujudkan
-
Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
-
Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
-
Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Tips Membuat Foto Bokeh
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
Merasa Ditipu, Konsumen Dell Mencak-mencak
Jumat, 31/07/2009 16:11 WIB

Latitude E4300 (ist)
Taiwan - Lebih dari seribu konsumen Dell di Taiwan mencak-mencak. Mereka menuding Dell telah melakukan penipuan terkait harga produk Dell. Alhasil raksasa komputer Amerika Serikat tersebut dikenai denda sebesar satu juta dolar Taiwan.
Kasus ini bermula saat Dell memasang penawaran online untuk salah satu notebooknya, Latitude E4300 dengan harga yang lebih murah daripada harga retail. Biasanya notebook tersebut dibanderol pada kisaran harga 60.900 dolar Taiwan. Namun, untuk versi online, Dell mematok harga kurang dari sepertiga harga offline.
Ini tentu sangat menggiurkan bagi banyak orang. Tak ayal, sekitar 100.000 pesanan langsung datang 'menyerbu'.
Namun, apa yang terjadi kemudian? Dell ternyata meminta calon konsumennya membayar dengan harga yang tidak sesuai dengan yang diiklankan di versi online. Imbasnya, konsumen naik darah karena merasa telah ditipu mentah-mentah.
Lebih dari 1.400 protes terhadap Dell dilayangkan oleh calon konsumen kepada pemerintah Taipei City. Pihak pemerintah lalu menjatuhkan denda sebesar satu juta dollar Taiwan atau sekitar US$30.500 (lebih dari Rp 300 juta) kepada Dell.
Bagaimana reaksi Dell? Produsen komputer ini minta maaf dan menyebutkan bahwa telah terjadi kesalahan pada sistem harganya. Namun, mereka tidak berkomentar soal denda yang harus dibayarnya.
Dikutip detikINET dari AFP, Jumat (31/7/2009), kendati demikian Dell tetap akan meminta calon konsumen untuk membayar dengan harga yang benar, serta menawarkan voucher senilai 20.000 dolar Taiwan per orang sebagai kompensasi.
Terkait permasalahan ini, pihak Fair Trade Commission juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah Dell sengaja 'mengaburkan' harga produknya. Jika terbukti bersalah, perusahaan ini bisa dikenai denda sebesar 25 juta dolar Taiwan.
( faw / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kasus ini bermula saat Dell memasang penawaran online untuk salah satu notebooknya, Latitude E4300 dengan harga yang lebih murah daripada harga retail. Biasanya notebook tersebut dibanderol pada kisaran harga 60.900 dolar Taiwan. Namun, untuk versi online, Dell mematok harga kurang dari sepertiga harga offline.
Ini tentu sangat menggiurkan bagi banyak orang. Tak ayal, sekitar 100.000 pesanan langsung datang 'menyerbu'.
Namun, apa yang terjadi kemudian? Dell ternyata meminta calon konsumennya membayar dengan harga yang tidak sesuai dengan yang diiklankan di versi online. Imbasnya, konsumen naik darah karena merasa telah ditipu mentah-mentah.
Lebih dari 1.400 protes terhadap Dell dilayangkan oleh calon konsumen kepada pemerintah Taipei City. Pihak pemerintah lalu menjatuhkan denda sebesar satu juta dollar Taiwan atau sekitar US$30.500 (lebih dari Rp 300 juta) kepada Dell.
Bagaimana reaksi Dell? Produsen komputer ini minta maaf dan menyebutkan bahwa telah terjadi kesalahan pada sistem harganya. Namun, mereka tidak berkomentar soal denda yang harus dibayarnya.
Dikutip detikINET dari AFP, Jumat (31/7/2009), kendati demikian Dell tetap akan meminta calon konsumen untuk membayar dengan harga yang benar, serta menawarkan voucher senilai 20.000 dolar Taiwan per orang sebagai kompensasi.
Terkait permasalahan ini, pihak Fair Trade Commission juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah Dell sengaja 'mengaburkan' harga produknya. Jika terbukti bersalah, perusahaan ini bisa dikenai denda sebesar 25 juta dolar Taiwan.
( faw / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 10:23 WIB
Fitur Andalan Galaxy S III Dipreteli
-
Senin, 21/05/2012 08:26 WIB
Steve Jobs Impikan 'Mobil Rasa Apple'
-
Senin, 21/05/2012 07:53 WIB
Analis: iPhone 5 Bisa Gairahkan Pasar Ponsel yang Lesu
-
Minggu, 20/05/2012 13:49 WIB
Galaxy S III Versi Jepang Punya RAM 2GB
-
Minggu, 20/05/2012 12:34 WIB
Microsoft: Windows Phone Kalahkan iPhone di China
-
Jumat, 18/05/2012 19:53 WIB
Jual Ribuan iPhone 4S Warnai Debut Erik di Indosat
- Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
- Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
- Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
- Senin, 21/05/2012 10:23 WIB
Fitur Andalan Galaxy S III Dipreteli
- Senin, 21/05/2012 19:22 WIB
Ini Dia Penyebab Facebook Gagal Terbang Tinggi
- Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
- Senin, 21/05/2012 08:37 WIB
Penjahat Seks Incar 1.000 Gadis di Facebook
- Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Klinik Fotografi
Tips Membuat Foto Bokeh
- Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
87 Komentar
-
79 Komentar
-
78 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
48 Komentar
-
42 Komentar
-
39 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




.gif)

