detikinet

Len Siap Penuhi 40 Persen Kebutuhan CPE

Andrian Fauzi - detikinet
Jumat, 31/07/2009 09:49 WIB

WiMax (ist)

Jakarta - Walaupun dalam ranah WiMax, PT Len Industri hanya mengambil posisi sebagai industri manufaktur bukan sebagai operator. Namun Len benar-benar menyiapkan sumber daya manusianya untuk bisa menyerap teknologi WiMax.

Demikian diungkapkan oleh Dirut PT Len Industri, Wahyuddin Bagenda kepada detikINET, Kamis (30/7/2009) malam. Dana sebesar US $ 1,5 juta (Rp 15 miliar) siap digelontorkan untuk mengembangkan perangkat WiMax. Hampir 50 persen dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan SDM.

"Kita training SDM kita sehingga bisa mengembangkan sistem yang kita inginkan, setup fasilitas produksi, setting assembly, testing hingga adanya asuransi kualitas. Sehingga apa yang kita distribusikan ke masyarakat benar-benar sudah bagus semuanya," katanya.

Bagenda mengungkapkan investasi itu sebenarnya tergolong efisien karena mesin pembuatan produk bisa dipaketkan dengan mesin pembuat modul tenaga surya yang selama ini diproduksi oleh Len.

"Tipikal manufakturnya hampir sama," katanya.

Hingga saat ini, pengembangan perangkat ini masih terus berjalan dengan target sertifikasi kandungan lokal diharapkan tuntas pada akhir 2009 ini sehingga bisa mengejar rencana tender WiMax 16e pada tahun depan.

Bagenda benar-benar menginginkan segala sesuatunya dengan sempurna. Hal tersebut dilakukan karena pihaknya telah mendapatkan ISO 90001. "Itu kenapa kita benar-benar menjaga kualitas produk kita di masyarakat," ungkapnya.

Disinggung mengenai kesiapan Len dalam memproduksi perangkat WiMax, Bagenda menargetkan pada Oktober tahun ini pihaknya bisa memproduksi peralatan akhir di tingkat pengguna (customer premise equipment / CPE) sebanyak 40 persen dari kebutuhan para operator.

"Kita sanggup produksi itu (CPE - red) sampai 40 persen dari kebutuhan para operator," ungkapnya.

Bagenda juga mengaku bahwa dalam proyek WiMax ini pihaknya menjalin kerjasama dengan vendor teknologi. Menurutnya dalam dunia bisnis sekarang tidak bisa semuanya dilakukan sendiri.

"Karenanya kita lakukan partnership dan kerjasama. Dengan itu kita lebih kuat dan memiliki daya saing. Tapi kita tidak partnership dengan vendor produk, kita kerjasama dengan vendor teknologi. Jadi, apapun nanti perkembangan teknologinya, kami bakalan tetap bisa mengikuti," paparnya.


( afz / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%