Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Nominator INAICTA 2009
Menanti Aksi MOSES Memerangi Malaria
Rabu, 29/07/2009 11:45 WIB

TIm Big Bang (microsoft)
Jakarta - 100 juta manusia terjangkit malaria setiap harinya. Sekitar satu persen di antaranya berakhir fatal hingga menyebabkan kematian.
Penyakit tropis yang paling berbahaya menurut PBB ini, sering kali menjangkiti negara berkembang seperti Indonesia. Sebagian solusinya hanya berkutat di perkotaan.
Bagaimana dengan di pedesaan dan daerah pelosok lainnya? Berapa banyak lagi manusia yang akan terjangkit penyakit mematikan ini?
Nah, berangkat dari kepedulian ini, timbul ide untuk menciptakan MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance). MOSES adalah gabungan software dan hardware yang terintegrasi untuk memerangi malaria.
Solusi ini memungkinkan seorang pasien yang tinggal di pedesaan, tetap dapat pelayanan kesehatan dan diagnosis dokter dari kota besar.
Inovasi dari David Samuel dkk yang tergabung dalam tim Big Bang Indonesia ini juga merancang perangkat keras untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium.
Tak hanya itu, Moses juga dilengkapi aplikasi pemetaan yang memudahkan pemerintah melakukan studi episdemologis terhadap penyakit tertentu, sesuai
sejarah dan kondisi geografisnya.
Dengan metode ini, seorang dokter di kota, tetap bisa memberikan dosis obat yang sesuai dan cara perawatan yang benar terhadap pasien.
Pengimplementasian aplikasi ini diklaim bisa menghemat 30,9% dibanding biaya yang dikeluarkan dalam enam bulan, jika harus mengirimkan dokter dan tenaga ahli ke daerah terpencil.
Saat ini MOSES tengah dikembangkan lebih lanjut di bawah bimbingan I2TB (Inkubator Inovasi Telematika Bandung), sebuah lembaga inkubasi yang diinisiasi
Departemen Komunikasi dan Informatika.
"Software ini dibuat untuk mengatasi masalah penyebaran tenaga medis yang tidak merata. Sehingga, masyarakat di daerah terpencil pun tetap dapat pelayanan
kesehatan yang layak," jelas David tentang karya timnya, yang sempat menyabet juara pertama di ajang Imagine Cup 2009.
Apakah MOSES juga bisa berjaya di ajang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2009? Kita tunggu saja hasil penjuriannya nanti malam.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Penyakit tropis yang paling berbahaya menurut PBB ini, sering kali menjangkiti negara berkembang seperti Indonesia. Sebagian solusinya hanya berkutat di perkotaan.
Bagaimana dengan di pedesaan dan daerah pelosok lainnya? Berapa banyak lagi manusia yang akan terjangkit penyakit mematikan ini?
Nah, berangkat dari kepedulian ini, timbul ide untuk menciptakan MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance). MOSES adalah gabungan software dan hardware yang terintegrasi untuk memerangi malaria.
Solusi ini memungkinkan seorang pasien yang tinggal di pedesaan, tetap dapat pelayanan kesehatan dan diagnosis dokter dari kota besar.
Inovasi dari David Samuel dkk yang tergabung dalam tim Big Bang Indonesia ini juga merancang perangkat keras untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium.
Tak hanya itu, Moses juga dilengkapi aplikasi pemetaan yang memudahkan pemerintah melakukan studi episdemologis terhadap penyakit tertentu, sesuai
sejarah dan kondisi geografisnya.
Dengan metode ini, seorang dokter di kota, tetap bisa memberikan dosis obat yang sesuai dan cara perawatan yang benar terhadap pasien.
Pengimplementasian aplikasi ini diklaim bisa menghemat 30,9% dibanding biaya yang dikeluarkan dalam enam bulan, jika harus mengirimkan dokter dan tenaga ahli ke daerah terpencil.
Saat ini MOSES tengah dikembangkan lebih lanjut di bawah bimbingan I2TB (Inkubator Inovasi Telematika Bandung), sebuah lembaga inkubasi yang diinisiasi
Departemen Komunikasi dan Informatika.
"Software ini dibuat untuk mengatasi masalah penyebaran tenaga medis yang tidak merata. Sehingga, masyarakat di daerah terpencil pun tetap dapat pelayanan
kesehatan yang layak," jelas David tentang karya timnya, yang sempat menyabet juara pertama di ajang Imagine Cup 2009.
Apakah MOSES juga bisa berjaya di ajang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2009? Kita tunggu saja hasil penjuriannya nanti malam.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
216 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


