detikinet

Kantor HP Diobrak-abrik Greenpeace

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 29/07/2009 11:13 WIB

Coretan Greenpeace di atap HP (cnet)

San Francisco - Kelompok pecinta lingkungan Greenpeace mengobrak-abrik kantor pusat raksasa komputer Hewlett Packard (HP) di Amerika Serikat. Mereka nekat mencorat-coret atap kantor itu terkait tuduhan HP belum kapok memakai bahan beracun di produk-produknya.

Sekitar 13 aktivis Greenpeace menaiki atap kantor HP yang berada di wilayah Palo Alto. Kemudian mereka menuliskan tulisan berukuran raksasa, 'Hazardous Products' di atap tersebut.

Juru bicara Greenpeace, Daniel Kessler menyatakan aksi itu dilakukan dalam rangka memprotes pemakaian bahan berbahaya di produk HP seperti plastik PVC.

"HP mengklaim tahun 2007, mereka akan berhenti memakai bahan itu, namun mereka malah menundanya sampai tahun 2011. Aksi ini dilakukan untuk memberi pesan kalau hal itu tak dapat diterima," tukas Kessler yang dilansir AFP dan dikutip detikINET, Rabu (29/7/2009).

Bahkan para pekerja HP turut diprotes oleh Greenpeace. Berbekal suara aktor Star Trek, William Shatner, mereka menyuarakan bahaya pemakaian material beracun itu pada pekerja HP.

Menanggapi aksi Greenpeace, HP dalam pernyataannya mengklaim perusahaan berkomitmen untuk menghentikan penggunaan bahan berbahaya di produk HP pada akhir 2011. Mereka memaparkan bahwa aksi nekat Greenpeace tidak memberi efek apapun terkait target tersebut.
( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%