Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Nge-charge Ponsel, Cukup Gowes Sepeda
Senin, 27/07/2009 13:16 WIB
150.jpg)
ilustrasi (ist)
Jakarta - Malangnya nasib warga di pedalaman Kenya yang daerahnya tidak tercover listrik. Untuk mengisi ulang baterai ponsel saja mereka harus melakukan pengorbanan tertentu.
Pertama, mereka harus menempuh perjalanan sangat jauh menuju toko. Setelah itu, mereka dikenakan biaya US$2 untuk mengisi ulang alat komunikasi, yang biasanya tenaganya didapat dari baterai mobil dan panel tenaga surya.
Namun untung ada dua 'penyelamat' yang memutar otak untuk membebaskan warganya dari kondisi ini. Jeremiah Murimi (24) dan Pascal Katana (22), dua pelajar Kenya telah berhasil menemukan cara baru yang unik untuk mengisi ulang baterai ponsel, tanpa perlu bersusah payah.
Yang diperlukan hanyalah sepeda 'smart charger' yakni alat yang mereka ciptakan dan tentu saja tenaga untuk mengayuh sepeda.
Bagaimana alat ini bekerja? Dua pelajar cerdas ini mengoperasikan charger pintar tersebut dengan cara mencolokkannya ke dinamo yang biasanya ada di roda belakang sepeda milik warga Kenya. Warga Kenya biasanya menjual sepeda lengkap dengan dinamo yang digunakan untuk menghidupkan lampu depan.
Setelah dicolokkan, maka yang harus dilakukan penggunanya adalah mengayuh sepedanya untuk mengalirkan tenaga dinamo tersebut. Katana menjelaskan, ia butuh satu jam mengayuh sepeda untuk membuat ponselnya fully charge.
Alat seperti ini memang bukanlah yang pertama kalinya dicipatakan, namun di Kenya ini adalah yang perdana. "Sekarang ini mengisi ulang baterai ponsel sangatlah mahal. Dengan charger baru ini aku berharap isi ulang baterai ponsel menjadi lebih ekonomis dan mudah," ujar Katana.
Mereka mengaku, memanfaatkan barang-barang tak terpakai untuk menciptakan alat berukuran kecil tersebut. Berbagai permintaan untuk alat inipun datang dari sejumlah pihak, termasuk dari organisasi non-pemerintah. Dilansir detikINET dari BBC, Senin (27/7/2009), kini mereka tengah mencari cara untuk memproduksinya secara massal.
( sha / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pertama, mereka harus menempuh perjalanan sangat jauh menuju toko. Setelah itu, mereka dikenakan biaya US$2 untuk mengisi ulang alat komunikasi, yang biasanya tenaganya didapat dari baterai mobil dan panel tenaga surya.
Namun untung ada dua 'penyelamat' yang memutar otak untuk membebaskan warganya dari kondisi ini. Jeremiah Murimi (24) dan Pascal Katana (22), dua pelajar Kenya telah berhasil menemukan cara baru yang unik untuk mengisi ulang baterai ponsel, tanpa perlu bersusah payah.
Yang diperlukan hanyalah sepeda 'smart charger' yakni alat yang mereka ciptakan dan tentu saja tenaga untuk mengayuh sepeda.
Bagaimana alat ini bekerja? Dua pelajar cerdas ini mengoperasikan charger pintar tersebut dengan cara mencolokkannya ke dinamo yang biasanya ada di roda belakang sepeda milik warga Kenya. Warga Kenya biasanya menjual sepeda lengkap dengan dinamo yang digunakan untuk menghidupkan lampu depan.
Setelah dicolokkan, maka yang harus dilakukan penggunanya adalah mengayuh sepedanya untuk mengalirkan tenaga dinamo tersebut. Katana menjelaskan, ia butuh satu jam mengayuh sepeda untuk membuat ponselnya fully charge.
Alat seperti ini memang bukanlah yang pertama kalinya dicipatakan, namun di Kenya ini adalah yang perdana. "Sekarang ini mengisi ulang baterai ponsel sangatlah mahal. Dengan charger baru ini aku berharap isi ulang baterai ponsel menjadi lebih ekonomis dan mudah," ujar Katana.
Mereka mengaku, memanfaatkan barang-barang tak terpakai untuk menciptakan alat berukuran kecil tersebut. Berbagai permintaan untuk alat inipun datang dari sejumlah pihak, termasuk dari organisasi non-pemerintah. Dilansir detikINET dari BBC, Senin (27/7/2009), kini mereka tengah mencari cara untuk memproduksinya secara massal.
( sha / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 09:04 WIB
Hebat! Pelajar 15 Tahun Ciptakan Pendeteksi Kanker Pankreas
-
Kamis, 17/05/2012 09:25 WIB
Virus Bisa Jadi Sumber Energi Listrik
-
Selasa, 15/05/2012 19:15 WIB
Brainstat, Aplikasi Buatan Bandung Pencegah Kecelakaan
-
Senin, 14/05/2012 10:26 WIB
Ini Dia Jepretan Pertama Kacamata Futuristik Google
-
Jumat, 11/05/2012 15:59 WIB
Robot 'Bokong Seksi' Bereaksi Saat Disentuh
-
Jumat, 27/04/2012 13:58 WIB
Semua Kamera Smartphone akan Bisa Rekam 3D?
-
Senin, 23/04/2012 12:03 WIB
Ponsel akan Bisa 'Menembus' Tembok
-
Jumat, 20/04/2012 10:09 WIB
Wow! Robot Sipir Korsel Mulai Bertugas di Penjara
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
216 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

