Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Serunya 'Perang' Pemerintah vs Ahli Internet di Iran
Senin, 27/07/2009 09:06 WIB

Pengguna Internet Iran (afp)
Jakarta - Iran membara. Tak hanya karena kericuhan paska pemilihan presiden 12 Juni lalu, namun juga karena diberangusnya media-media komunikasi yang berbasis internet terkait momen tersebut.
Situs berita, blog hingga situs-situs jejaring seperti Twitter, Facebook hingga YouTube diblokir karena peranannya yang besar dalam hal penyebaran informasi dan penggalangan massa.
Tak ayal, hal ini menimbulkan perang baru dalam ranah maya di Iran. Satu dari kubu pemerintah yang agresif memblokir sejumlah situs dan blog, satu lagi dari kubu ahli internet yang berusaha sedemikian rupa untuk mencari jalan tikus.
Dalam perang ini, sukar untuk diketahui pemenangnya, mengingat tolak ukurnya susah untuk dicermati dalam perang yang hingga kini masih berlangsung ini. Mari kita lihat apa saja yang kedua kubu itu lakukan untuk memenangi perang ini.
Pertama dari kubu pemerintah. Pemerintah Iran memang sejak dulu berlaku ketat dalam ranah maya, namun pemilihan presiden yang ricuh kemarin tambah membuat mereka 'tegas'. Diyakini, mereka kini lebih agresif dalam mengembangkan software dan teknologi untuk memperkuat penyaringan (filtering) dan pemonitoran situs di Iran.
Bahkan tak hanya itu, orang-orang yang dipercaya menuliskan dan melaporkan sesuatu yang sensitif terkait kondisi di Iran, tanpa ampun dijebloskan ke penjara. Dilaporkan Committee to Protect Journalists, setidaknya ada 34 jurnalis dan blogger masuk ke penjara, bergabung dengan 7 orang lainnya yang telah lebih dulu dijebloskan.
Sementara dari kubu ahli internet juga tak padam usaha mereka untuk mencari jalan tikus guna membuka kesempatan bagi warga Iran untuk terus menjadi corong informasi tanpa diketahui pemerintah.
Usai pemilihan, sejumlah ahli internet membalas perlakuan pemerintah ini dengan cara menyediakan sistem proxy yang telah dipoles. Mereka juga menawarkan program-program lainnya yang berfungsi untuk menghindari pemblokiran dan lolos dari deteksi pemerintah yang kian pintar.
Kepintaran pemerintah yang terus terasah ini disadari oleh direktur eksekutif The Tor Projecy Inc., Andrew Lewman. "Saya pikir pemerintah Iran telah belajar dengan cepat tentang bagaimana mereka mengontrol semua ini," ujarnya seperti yang dikutip detikINET dari MSNBC, Senin (27/7/2009).
Tak kurang akal, Tor Projecy pun menawarkan program mereka secara gratis melalui download. Dengan pengunduhan ini, warga Iran diperbolehkan untuk bekerja melalui jaringan yang di-relay oleh sukarelawan di seluruh penjuru dunia.
Mereka bebas mengakses situs yang diblokir dan menyembunyikan jejak apa-apa saja yang telah mereka lakukan di internet. Kini jumlah pengguna program ini telah melonjak pasca pemilihan presiden, dari yang semula ratusan hingga sekarang menjadi ribuan. Oleh sebab itulah meski diblokir, sejumlah tweet di Twitter, dan video yang mengguncang YouTube tetap berkibar.
Dua-duanya kuat, dua-duanya punya akal dan pemikiran sendiri. Dunia maya, khususnya di Iran memang penuh intrik. Mari kita lihat saja, sampai kapan 'perang' ini akan berlangsung.
( sha / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Situs berita, blog hingga situs-situs jejaring seperti Twitter, Facebook hingga YouTube diblokir karena peranannya yang besar dalam hal penyebaran informasi dan penggalangan massa.
Tak ayal, hal ini menimbulkan perang baru dalam ranah maya di Iran. Satu dari kubu pemerintah yang agresif memblokir sejumlah situs dan blog, satu lagi dari kubu ahli internet yang berusaha sedemikian rupa untuk mencari jalan tikus.
Dalam perang ini, sukar untuk diketahui pemenangnya, mengingat tolak ukurnya susah untuk dicermati dalam perang yang hingga kini masih berlangsung ini. Mari kita lihat apa saja yang kedua kubu itu lakukan untuk memenangi perang ini.
Pertama dari kubu pemerintah. Pemerintah Iran memang sejak dulu berlaku ketat dalam ranah maya, namun pemilihan presiden yang ricuh kemarin tambah membuat mereka 'tegas'. Diyakini, mereka kini lebih agresif dalam mengembangkan software dan teknologi untuk memperkuat penyaringan (filtering) dan pemonitoran situs di Iran.
Bahkan tak hanya itu, orang-orang yang dipercaya menuliskan dan melaporkan sesuatu yang sensitif terkait kondisi di Iran, tanpa ampun dijebloskan ke penjara. Dilaporkan Committee to Protect Journalists, setidaknya ada 34 jurnalis dan blogger masuk ke penjara, bergabung dengan 7 orang lainnya yang telah lebih dulu dijebloskan.
Sementara dari kubu ahli internet juga tak padam usaha mereka untuk mencari jalan tikus guna membuka kesempatan bagi warga Iran untuk terus menjadi corong informasi tanpa diketahui pemerintah.
Usai pemilihan, sejumlah ahli internet membalas perlakuan pemerintah ini dengan cara menyediakan sistem proxy yang telah dipoles. Mereka juga menawarkan program-program lainnya yang berfungsi untuk menghindari pemblokiran dan lolos dari deteksi pemerintah yang kian pintar.
Kepintaran pemerintah yang terus terasah ini disadari oleh direktur eksekutif The Tor Projecy Inc., Andrew Lewman. "Saya pikir pemerintah Iran telah belajar dengan cepat tentang bagaimana mereka mengontrol semua ini," ujarnya seperti yang dikutip detikINET dari MSNBC, Senin (27/7/2009).
Tak kurang akal, Tor Projecy pun menawarkan program mereka secara gratis melalui download. Dengan pengunduhan ini, warga Iran diperbolehkan untuk bekerja melalui jaringan yang di-relay oleh sukarelawan di seluruh penjuru dunia.
Mereka bebas mengakses situs yang diblokir dan menyembunyikan jejak apa-apa saja yang telah mereka lakukan di internet. Kini jumlah pengguna program ini telah melonjak pasca pemilihan presiden, dari yang semula ratusan hingga sekarang menjadi ribuan. Oleh sebab itulah meski diblokir, sejumlah tweet di Twitter, dan video yang mengguncang YouTube tetap berkibar.
Dua-duanya kuat, dua-duanya punya akal dan pemikiran sendiri. Dunia maya, khususnya di Iran memang penuh intrik. Mari kita lihat saja, sampai kapan 'perang' ini akan berlangsung.
( sha / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
216 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

