Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
IM2 Siap Ditinggal Pelanggan
Kamis, 23/07/2009 14:21 WIB

modem IM2 (inet)
Jakarta - Kebijakan terbaru Indosat Mega Media (IM2) mulai menuai banyak kritik dari pelanggannya. Meski demikian, anak usaha Indosat ini tetap akan mempersingkat masa tenggang layanan internet prabayarnya, walau sepenuhnya sadar risiko kehilangan pelanggan semakin besar.
Marketing Manager IM2 Arya Hendradi mengakui pihaknya sudah memikirkan dampak dari pengurangan masa tenggang yang sebelumnya 180 hari menjadi 90 hari. Menurutnya, ini risiko yang diambil perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran.
"Pasti ada yang tidak suka dengan kebijakan baru kami, dan kami sadar risiko ditinggal pelanggan tetap ada. Itu risiko terburuk, mau tak mau harus siap," jelasnya di kantor pusat IM2 di Kebagusan, Jakarta, Kamis (23/7/2009).
"Tapi kami harap pelanggan mengerti, yang kami kurangi hanya periode masa tenggang, bukan masa aktif dan harga tetap sama. Ini hanya masalah strategi marketing saja. Kalau dibandingkan produk kompetitor, masa tenggang kami masih tetap paling lama," lanjutnya.
IM2 sendiri memiliki 340 ribu pelanggan secara nasional, di mana 300 ribu di antaranya merupakan pelanggan prabayar. Jelas, dampak dari kebijakan pengurangan masa tenggang yang berlaku mulai 1 Agustus 2009 untuk paket Broom Unlimited dan Broom Xtra langsung menuai banyak kritik dari pelanggan prabayarnya.
Sebelum kritik dilayangkan, IM2 sendiri telah terbiasa kehilangan banyak pelanggan. Meski setiap harinya bisa meraih seribu aktivasi pelanggan, namun angka churn rate atau kartu hangus yang diderita IM2 juga terbilang lumayan.
Kata Wahyu Tri Adiyasa, Product Development Assistant Manager IM2, churn rate pelanggannya tiap bulan mencapai 2,6%. "Itu artinya kami tiap bulan kehilangan 7000 pelanggan. Namun, di bulan itu juga kami mendapat pelanggan baru sebanyak 31.000," ungkapnya.
IM2 sendiri hingga akhir tahun menargetkan jumlah pelanggannya bisa menyentuh angka 500 ribu. Dengan demikian, perusahaan yang mengantungi lisensi pita lebar di 3,3 GHz dan 2,3 GHz ini hanya perlu mencari 160 ribu pelanggan lagi. Itu pun kalau pelanggan eksistingnya tidak keburu kabur.
( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Marketing Manager IM2 Arya Hendradi mengakui pihaknya sudah memikirkan dampak dari pengurangan masa tenggang yang sebelumnya 180 hari menjadi 90 hari. Menurutnya, ini risiko yang diambil perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran.
"Pasti ada yang tidak suka dengan kebijakan baru kami, dan kami sadar risiko ditinggal pelanggan tetap ada. Itu risiko terburuk, mau tak mau harus siap," jelasnya di kantor pusat IM2 di Kebagusan, Jakarta, Kamis (23/7/2009).
"Tapi kami harap pelanggan mengerti, yang kami kurangi hanya periode masa tenggang, bukan masa aktif dan harga tetap sama. Ini hanya masalah strategi marketing saja. Kalau dibandingkan produk kompetitor, masa tenggang kami masih tetap paling lama," lanjutnya.
IM2 sendiri memiliki 340 ribu pelanggan secara nasional, di mana 300 ribu di antaranya merupakan pelanggan prabayar. Jelas, dampak dari kebijakan pengurangan masa tenggang yang berlaku mulai 1 Agustus 2009 untuk paket Broom Unlimited dan Broom Xtra langsung menuai banyak kritik dari pelanggan prabayarnya.
Sebelum kritik dilayangkan, IM2 sendiri telah terbiasa kehilangan banyak pelanggan. Meski setiap harinya bisa meraih seribu aktivasi pelanggan, namun angka churn rate atau kartu hangus yang diderita IM2 juga terbilang lumayan.
Kata Wahyu Tri Adiyasa, Product Development Assistant Manager IM2, churn rate pelanggannya tiap bulan mencapai 2,6%. "Itu artinya kami tiap bulan kehilangan 7000 pelanggan. Namun, di bulan itu juga kami mendapat pelanggan baru sebanyak 31.000," ungkapnya.
IM2 sendiri hingga akhir tahun menargetkan jumlah pelanggannya bisa menyentuh angka 500 ribu. Dengan demikian, perusahaan yang mengantungi lisensi pita lebar di 3,3 GHz dan 2,3 GHz ini hanya perlu mencari 160 ribu pelanggan lagi. Itu pun kalau pelanggan eksistingnya tidak keburu kabur.
( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
216 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

