detikinet

'Facebook Obok-obok Hukum Privasi'

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 17/07/2009 12:27 WIB

Facebook (ist)

Toronto - Facebook dan lembaga pemerintah Kanada tengah bersitegang. Pasalnya, seorang pejabat hukum Kanada menilai Facebook tidak melakukan cukup usaha untuk melindungi informasi personal para penggunanya.

"Jelas bahwa isu privasi adalah hal utama di Facebook dan kami menjumpai masalah serius mengenai pengoperasiannya," tukas Jennifer Stoddart, Privacy Commissioner Kanada di mana sebanyak 12 juta warga setempat merupakan user Facebook.

Facebook dikatakan melanggar hukum privasi Kanada dengan tetap menyimpan informasi personal orang yang telah menonaktifkan akunnya. Selain itu, Facebook juga membuat bingung user, misalnya tentang bagaimana cara menghapus akun.

Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Jumat (17/7/2009), pihak Facebook berkilah kalau mereka memerlukan data personal itu terkait banyaknya user yang mengaktifkan akunnya kembali.

Di sisi lain, Stoddart juga menganggap Facebook tidak mengamankan informasi pribadi usernya dari akses developer pihak ketiga. Padahal saat ini ada lebih dari 950.000 developer di 180 negara.

Terkait kasus ini, Facebook diberi waktu 30 hari untuk memenuhi rekomendasi dari otoritas. Bahkan jika pihak Facebook ngeyel, rencananya pengadilan federal Kanada akan diminta untuk memaksa mereka.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%