Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Obama, Broadband, Facebook, dan SBY 2.0
Senin, 13/07/2009 18:59 WIB
.jpg)
Barack Obama (telegraph)
Jakarta - Presiden AS Barrack Obama yang dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada November 2009 mendatang, bakal diminta untuk mempengaruhi kebijakan teknologi komunikasi informasi yang diusung pemerintahan Susilo Bambang Yudhono jilid kedua.
Obama akan diminta khusus untuk beraudiensi di hadapan Presiden RI yang baru oleh institusi Indonesia Group Against Digital Divide (IGADD) yang diusung Habibie Center.
"November nanti, kami juga akan meminta Obama untuk mengajak Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, untuk menjelaskan kepada SBY 2.0 tentang pentingnya pembangunan infrastruktur broadband di Indonesia," kata Prof Craig Warren Smith, Co-Chairman IGADD dalam jumpa pers di gedung Habibie Center, Kemang, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Craig bersama Ilham Habibie, pada kesempatan ini, menjelaskan pentingnya pembangunan infrastruktur broadband dalam hal meningkatkan ekonomi di era teknologi informasi komunikasi saat ini.
"Kami harap, pemerintah yang baru punya pola pikir yang cepat dan komprehensif. Sebab, jaringan broadband kita kalah jauh dengan negara lain. Jangankan di Eropa atau Amerika, di Asia saja kita sangat jauh ketinggalan," keluh Ilham, yang juga Co-Chairman IGADD.
Jelas hal ini sangat kontras jika melihat grafik penggunaan internet di Indonesia. "Jika dilihat dari trafik pengakses Facebook, Yahoo, dan Opera Mobile, misalnya, Indonesia termasuk paling tinggi. Ini artinya Indonesia haus akan bandwidth besar," tambah Salman Zafar, Head of Strategy Businesss Development Nokia Siemens Network Indonesia.
Jangan Orang Politik
Untuk membangun jaringan broadband yang merata di seluruh Indonesia, tidak semudah membalikan telapak tangan. Itu sebabnya, IGADD berharap, pemerintahan yang baru memiliki kompetensi dan kapabilitas yang cukup, khususnya yang akan memangku jabatan baru sebagai menteri yang mengepalai Depkominfo.
"Saya sangat setuju bila orang-orang yang memangku jabatan di pemerintahan nantinya adalah orang-orang teknis yang mengerti tentang teknologi dan perkembangannya, termasuk broadband, bukan orang politik mengingat hal ini sifatnya sangat kompleks," kata Ilham.
Untuk membantu pemerintah memajukan broadband, IGADD pun mulai melakukan kajian strategis yang melibatkan Universitas California dan Institut Teknologi Bandung. Kajian itu untuk studi kasus pembelajaran kesuksesan broadband di Amerika untuk diadopsi di Indonesia.
"Kajian broadband harus memenuhi tiga kriteria, yakni useable, affordable, dan empowering. Artinya, broadband yang ada nantinya harus bermanfaat dan.membuat masyarakat punya nilai tambah ekonomis," lanjut Ilham.
Sementara, Craig yang juga merupakan penulis studi 'Meaningful Broadband Report', berharap broadband dapat dimanfaatkan untuk menaikan level ekonomi masyarakat yang berpendapatan US$ 100 per bulan. "Kami yakin dengan broadband bisa mengantar mereka ke dunia wirausaha yang dapat mendongkrak mereka ke level ekonomi menengah," pungkasnya.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Obama akan diminta khusus untuk beraudiensi di hadapan Presiden RI yang baru oleh institusi Indonesia Group Against Digital Divide (IGADD) yang diusung Habibie Center.
"November nanti, kami juga akan meminta Obama untuk mengajak Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, untuk menjelaskan kepada SBY 2.0 tentang pentingnya pembangunan infrastruktur broadband di Indonesia," kata Prof Craig Warren Smith, Co-Chairman IGADD dalam jumpa pers di gedung Habibie Center, Kemang, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Craig bersama Ilham Habibie, pada kesempatan ini, menjelaskan pentingnya pembangunan infrastruktur broadband dalam hal meningkatkan ekonomi di era teknologi informasi komunikasi saat ini.
"Kami harap, pemerintah yang baru punya pola pikir yang cepat dan komprehensif. Sebab, jaringan broadband kita kalah jauh dengan negara lain. Jangankan di Eropa atau Amerika, di Asia saja kita sangat jauh ketinggalan," keluh Ilham, yang juga Co-Chairman IGADD.
Jelas hal ini sangat kontras jika melihat grafik penggunaan internet di Indonesia. "Jika dilihat dari trafik pengakses Facebook, Yahoo, dan Opera Mobile, misalnya, Indonesia termasuk paling tinggi. Ini artinya Indonesia haus akan bandwidth besar," tambah Salman Zafar, Head of Strategy Businesss Development Nokia Siemens Network Indonesia.
Jangan Orang Politik
Untuk membangun jaringan broadband yang merata di seluruh Indonesia, tidak semudah membalikan telapak tangan. Itu sebabnya, IGADD berharap, pemerintahan yang baru memiliki kompetensi dan kapabilitas yang cukup, khususnya yang akan memangku jabatan baru sebagai menteri yang mengepalai Depkominfo.
"Saya sangat setuju bila orang-orang yang memangku jabatan di pemerintahan nantinya adalah orang-orang teknis yang mengerti tentang teknologi dan perkembangannya, termasuk broadband, bukan orang politik mengingat hal ini sifatnya sangat kompleks," kata Ilham.
Untuk membantu pemerintah memajukan broadband, IGADD pun mulai melakukan kajian strategis yang melibatkan Universitas California dan Institut Teknologi Bandung. Kajian itu untuk studi kasus pembelajaran kesuksesan broadband di Amerika untuk diadopsi di Indonesia.
"Kajian broadband harus memenuhi tiga kriteria, yakni useable, affordable, dan empowering. Artinya, broadband yang ada nantinya harus bermanfaat dan.membuat masyarakat punya nilai tambah ekonomis," lanjut Ilham.
Sementara, Craig yang juga merupakan penulis studi 'Meaningful Broadband Report', berharap broadband dapat dimanfaatkan untuk menaikan level ekonomi masyarakat yang berpendapatan US$ 100 per bulan. "Kami yakin dengan broadband bisa mengantar mereka ke dunia wirausaha yang dapat mendongkrak mereka ke level ekonomi menengah," pungkasnya.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
216 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
74 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

