detikinet

Astaga, Bocah Akses Porno di Toko Mainan

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 13/07/2009 16:23 WIB

Aisbett & putri (dailymail)

Yorkshire - Tracey Aisbett, seorang ibu di Inggris mencak-mencak. Ia sungguh tak habis pikir anaknya malah menemukan konten porno saat mengutak-atik komputer di toko mainan setempat, Toys R Us

Pihak Toys R Us pun minta maaf pada Aisbett. Mereka pantas merasa bersalah karena anak gadis sang ibu masih berusia 8 tahun. Tentunya kasus ini dapat mencemarkan reputasi perusahaan dan membuat konsumen enggan berbelanja lagi.

Pihak Toys R Us berkilah, kemungkinan ada pengunjung sebelumnya membobol software perlindungan pada komputer itu dan mengakses situs porno. Nah, jejak konten porno inilah yang diakses sang bocah.

"Aku tak bisa percaya dengan apa yang kulihat di toko mainan itu. Anakku hanya menyentuh sebuah tombol dan muncullah gambar itu," tukas Aisbett yang dilansir Press Association dan dikutip detikINET, Senin (13/7/2009).

Pengelola Toys R Us melayangkan surat permintaan maaf pada Aisbett. Juru bicara perusahaan menandaskan kasus semacam itu sangat langka. Tiap komputer yang ada di sana sudah dilengkapi software untuk mencegah akses cabul.

Bukan kali ini saja kasus semacam itu terjadi. Sebelumnya, ada juga sebuah toko di Inggris yang memajang konten porno di sebuah komputer baru. Untungnya gambar mesum itu belum sampai diakses anak-anak.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%