Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Impor BlackBerry Bersiap Mati Suri
Jumat, 10/07/2009 15:27 WIB

BlackBerry (ist)
Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyetop impor BlackBerry sejak Research in Motion (RIM) selaku prinsipalnya, tak menyanggupi ultimatum pembangunan pusat layanan purna jual di Indonesia dalam waktu dekat.
RIM dalam pertemuan terbatasnya dengan sejumlah media mengungkap, pembangunan after sales services itu baru bisa digelar 26 Agustus 2009. Padahal, tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah paling lambat 16 Juli 2009. Praktis, impor BlackBerry mati suri.
"Dengan demikian, seluruh sertifikat untuk impor BlackBerry terpaksa kami bekukan lagi mulai 17 Juli sampai 25 Agustus," kata juru bicara Departemen Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Jumat (10/7/2009).
Meski RIM nantinya telah akan membangun pusat purna jual, namun pemerintah tetap akan mengawasi letter of intent dari after sales services tersebut.
"Kami akan periksa dan awasi, apakah ini dibangun oleh mitra operator atau independen. Yang kami inginkan RIM membangun secara independen seperti produsen prinsipal produk lainnya yang telah lebih dulu di sini," jelas pria yang menjabat Kepala Pusat Informasi Depkominfo itu.
Kabar ini tentu mengagetkan banyak pihak, khususnya operator yang menjadi mitra pemasaran dan penyediaan akses jaringan layanan BlackBerry.
BlackBerry hadir di Indonesia sejak akhir 2004 lalu melalui kemitraan ekslusif dengan operator Indosat. Berikutnya menyusul Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL), dan terakhir Natrindo Telepon Seluler (Axis).
Dari tiga operator yang lebih dulu memasarkan ponsel cerdas tersebut, tercatat yang sudah menjadi pelanggan akses internet ritel BlackBerry mencapai 300 ribu pelanggan.
Namun sayang, dari total pelanggan yang tercatat, tak seluruhnya membeli handset dari mitra operator, cuma 20% saja. Permintaan yang tinggi namun ketersediaan terbatas, membuat munculnya BlackBerry hasil importir paralel, yang kemudian dituding sebagai BlackBerry ilegal alias black market (BM).
Dari sini permasalahan timbul. Tak semua orang mengerti jika BlackBerry tak sekadar handset. Menjadi unik karena yang ikut dijual adalah layanan internet, BlackBerry Internet Services (BIS) atau BlackBerry Enterprise Services (BES).
Jika pengguna BlackBerry yang membeli dari operator mengalami masalah pada handset, mereka masih punya tempat untuk purna jual ala operator. Namun tidak dengan mereka yang membeli dari importir paralel.
Purna jual yang diberikan importir tersebut tidak termasuk risiko hangusnya nomor identitas BlackBerry alias suspend PIN oleh RIM. Nah, hal ini yang menjadi bentuk perhatian pemerintah. Dari manapun asalnya distribusi barang, tetap saja BlackBerry yang dibeli pengguna sebagai produk besutan RIM.
( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
RIM dalam pertemuan terbatasnya dengan sejumlah media mengungkap, pembangunan after sales services itu baru bisa digelar 26 Agustus 2009. Padahal, tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah paling lambat 16 Juli 2009. Praktis, impor BlackBerry mati suri.
"Dengan demikian, seluruh sertifikat untuk impor BlackBerry terpaksa kami bekukan lagi mulai 17 Juli sampai 25 Agustus," kata juru bicara Departemen Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Jumat (10/7/2009).
Meski RIM nantinya telah akan membangun pusat purna jual, namun pemerintah tetap akan mengawasi letter of intent dari after sales services tersebut.
"Kami akan periksa dan awasi, apakah ini dibangun oleh mitra operator atau independen. Yang kami inginkan RIM membangun secara independen seperti produsen prinsipal produk lainnya yang telah lebih dulu di sini," jelas pria yang menjabat Kepala Pusat Informasi Depkominfo itu.
Kabar ini tentu mengagetkan banyak pihak, khususnya operator yang menjadi mitra pemasaran dan penyediaan akses jaringan layanan BlackBerry.
BlackBerry hadir di Indonesia sejak akhir 2004 lalu melalui kemitraan ekslusif dengan operator Indosat. Berikutnya menyusul Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL), dan terakhir Natrindo Telepon Seluler (Axis).
Dari tiga operator yang lebih dulu memasarkan ponsel cerdas tersebut, tercatat yang sudah menjadi pelanggan akses internet ritel BlackBerry mencapai 300 ribu pelanggan.
Namun sayang, dari total pelanggan yang tercatat, tak seluruhnya membeli handset dari mitra operator, cuma 20% saja. Permintaan yang tinggi namun ketersediaan terbatas, membuat munculnya BlackBerry hasil importir paralel, yang kemudian dituding sebagai BlackBerry ilegal alias black market (BM).
Dari sini permasalahan timbul. Tak semua orang mengerti jika BlackBerry tak sekadar handset. Menjadi unik karena yang ikut dijual adalah layanan internet, BlackBerry Internet Services (BIS) atau BlackBerry Enterprise Services (BES).
Jika pengguna BlackBerry yang membeli dari operator mengalami masalah pada handset, mereka masih punya tempat untuk purna jual ala operator. Namun tidak dengan mereka yang membeli dari importir paralel.
Purna jual yang diberikan importir tersebut tidak termasuk risiko hangusnya nomor identitas BlackBerry alias suspend PIN oleh RIM. Nah, hal ini yang menjadi bentuk perhatian pemerintah. Dari manapun asalnya distribusi barang, tetap saja BlackBerry yang dibeli pengguna sebagai produk besutan RIM.
( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
216 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
74 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

