detikinet

Pornografi Bikin Jaringan Operator Kepayahan

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 10/07/2009 12:08 WIB

Ilustrasi (core77)

Tokyo - Fans pornografi di Jepang membuat jaringan telekomunikasi di negeri Sakura itu sekarat. Kegemaran mereka yang gila-gilaan men-download film porno via jaringan 3G rupanya bikin operator ponsel setempat kepayahan.

Operator besar negeri itu yakni DoCoMo dan KDDI Corp pun berniat membatasi akses data sebagian pelanggan karena dikhawatirkan jaringan tidak dapat menahan beban. Pasalnya, banyak user setempat sudah komplain terkait lambatnya jaringan.

"Dengan akses data unlimited, memang tinggal menunggu waktu terjadinya masalah pada kapasitas. Apa yang terjadi di Jepang ini tidak mengejutkan karena mereka telah begitu lama memiliki jaringan 3G," demikian tanggapan dari Windsor Holden, analis Juniper Research.

Provider konten porno Jepang pun mengakui pendapatan mereka terus meningkat. Para analis memang sudah memperkirakan industri porno via ponsel bakal bernilai milaran dolar.

Apa yang terjadi di Jepang tersebut diprediksi bakal terjadi pula di seluruh dunia seiring perkembangan teknologi.

Jepang telah merilis jaringan 3G sejak tahun 2001. Saat ini, lebih dari 90 juta orang Jepang menikmati layanan itu untuk mengakses internet maupun mengunduh berbagai konten. Demikian seperti dikutip detikINET dari Bloomberg, Jumat (10/7/2009).
( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%