Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
Catatan Nol Kilobyte
Mengapa Kita Bermimpi Mengkudeta Microsoft?
Kamis, 09/07/2009 13:57 WIB

ilustrasi (diolah/ist.)
Jakarta - Mulai dari Linux, Ubuntu hingga ChromeOS kita selalu bermimpi untuk bisa meruntuhkan dominasi Microsoft dengan Windows-nya. Apakah ini akan terjadi?
Tidak mengejutkan mendengar Google membuat sistem operasi. Rumor soal ini sudah santer beberapa tahun lalu dan baru kali ini, Juli 2009, Google mengakuinya.
Tapi mau tidak mau, nama besar Google dan Microsoft terlibat dalam pengumuman ini. Dan ini jadi makanan besar buat kita yang lapar konflik.
Janjinya boleh dibilang cukup sedap: sebuah sistem operasi 'perjuangan' yang bakal meruntuhkan dominasi Microsoft Windows di dunia TI.
Namun apakah janji itu bakal terwujud? Itu lain soal. Waktu, uang dan keberuntungan lah yang akan menentukan.
Adolescent Rebellion
Saat ini --pasca pengumuman Google soal Chrome OS-- sebagian masyarakat TI akan terjangkit sindroma pemeberontakan anak muda (adolescent rebellion syndrome).
Sindroma apakah ini? Sindroma yang sama yang membuat orang bersimpati pada saat pemangku kekuasaan dijatuhkan oleh 'people power' atau ketika sebuah korporasi besar kalah dalam tarung legal dengan sebuah 'warung tegal'.
Seperti apa bentuknya? Dukungan dan seruan positif ('Horeee!') terhadap Google, ramai-ramai mengutuksumpahi Microsoft dan gerakan-gerakan simbolik lainnya adalah sebagian gejala sindroma ini.
Jujur saja, saya termasuk salah satu yang merasakan itu. Selama beberapa detik saya merasakan percikan semangat dalam dada yang tak bisa saya pahami sepenuhnya. A rush of blood to the head yang memompa semangat untuk menggulingkan sang penguasa.
Keinginan terjadinya kudeta terhadap Microsoft memang wajar saja dialami. Pengguna-pengguna TI saat ini ibaratnya penduduk suatu negeri yang presidennya sudah berkuasa selama 32 tahun. Siapa yang tak jengah?
Dan oleh karena Windows banyak terdapat dalam komputer-komputer di dunia, segala masalah terkait komputer pun bisa dilimpahkan pada Microsoft. Kena virus? Salahkan Microsoft. Komputer nge-hang? Microsoft sialan! Skripsi nggak kelar-kelar? Ini semua gara-gara Microsoft.
Dengan berbagai kekesalan yang bermuara ke sana, jelas saja kita akan senang melihatnya terjatuh. Ikut hore-hore sambil bersorak: kita menang, kita menang!
Kompetisi Mutualisme
Tapi di balik itu. Coba kita lihat dengan jernih apakah memang Google bakal mengkudeta Microsoft lewat ChromeOS ini. Jangan-jangan ada sesuatu di balik langkah Google?
Pertama, Google punya sistem operasi yang lebih seksi --paling tidak saat ini terlihat lebih seksi. Namanya adalah Android.
Android punya potensi untuk hadir lebih luas di masyarakat. Mulai dari ponsel, smartphone hingga perangkat genggam lainnya. (Bukankah sudah banyak juga yang meramal masa depan komputer adalah dalam genggaman?)
Mengapa Google tak mengerahkan semua kemampuan (dan dana) untuk Android saja? Jangan-jangan ChromeOS hanyalah upaya Google mengalihkan perhatian Microsoft?
Kedua, Microsoft membutuhkan sistem operasi lain untuk menangkal berbagai kasus monopoli yang kerap menyandungnya. Bukannya 'menyakiti' Microsoft, kehadiran sistem operasi dari Google justru bisa mengobati masalah ini.
Raksasa dari Redmond itu bisa bilang: "Hey, kami tidak monopoli kok! Lihat saja pesaing yang datang dari Lembah Silikon itu. Ada raksasa juga di belakangnya!"
Ketika Bing muncul dari Redmond, Google terbantu dengan adanya kompetisi yang 'mengancam' dominasinya. Sebuah sparring partner yang layak yang akan membantu Google memperbaiki jualan utamanya.
Google ChromeOS ini jangan-jangan adalah bentuk ucapan terimakasih Google pada Microsoft karena telah membuat Bing. Sebuah kompetisi yang saling menguntungkan?
Ah.. sudah cukup spekulasinya. Mari kita format lagi semua prasangka dan asumsi negatif dalam kepala. Mari kita kembali ke nol kilobyte.
Catatan Nol Kilobyte adalah opini dari Wicak Hidayat, Managing Editor / Redaktur Pelaksana detikINET.com. Opini ini merupakan pendapatnya pribadi dan tidak mencerminkan pendapat institusi tempatnya bekerja.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tidak mengejutkan mendengar Google membuat sistem operasi. Rumor soal ini sudah santer beberapa tahun lalu dan baru kali ini, Juli 2009, Google mengakuinya.
Tapi mau tidak mau, nama besar Google dan Microsoft terlibat dalam pengumuman ini. Dan ini jadi makanan besar buat kita yang lapar konflik.
Janjinya boleh dibilang cukup sedap: sebuah sistem operasi 'perjuangan' yang bakal meruntuhkan dominasi Microsoft Windows di dunia TI.
Namun apakah janji itu bakal terwujud? Itu lain soal. Waktu, uang dan keberuntungan lah yang akan menentukan.
Adolescent Rebellion
Saat ini --pasca pengumuman Google soal Chrome OS-- sebagian masyarakat TI akan terjangkit sindroma pemeberontakan anak muda (adolescent rebellion syndrome).
Sindroma apakah ini? Sindroma yang sama yang membuat orang bersimpati pada saat pemangku kekuasaan dijatuhkan oleh 'people power' atau ketika sebuah korporasi besar kalah dalam tarung legal dengan sebuah 'warung tegal'.
Seperti apa bentuknya? Dukungan dan seruan positif ('Horeee!') terhadap Google, ramai-ramai mengutuksumpahi Microsoft dan gerakan-gerakan simbolik lainnya adalah sebagian gejala sindroma ini.
Jujur saja, saya termasuk salah satu yang merasakan itu. Selama beberapa detik saya merasakan percikan semangat dalam dada yang tak bisa saya pahami sepenuhnya. A rush of blood to the head yang memompa semangat untuk menggulingkan sang penguasa.
Keinginan terjadinya kudeta terhadap Microsoft memang wajar saja dialami. Pengguna-pengguna TI saat ini ibaratnya penduduk suatu negeri yang presidennya sudah berkuasa selama 32 tahun. Siapa yang tak jengah?
Dan oleh karena Windows banyak terdapat dalam komputer-komputer di dunia, segala masalah terkait komputer pun bisa dilimpahkan pada Microsoft. Kena virus? Salahkan Microsoft. Komputer nge-hang? Microsoft sialan! Skripsi nggak kelar-kelar? Ini semua gara-gara Microsoft.
Dengan berbagai kekesalan yang bermuara ke sana, jelas saja kita akan senang melihatnya terjatuh. Ikut hore-hore sambil bersorak: kita menang, kita menang!
Kompetisi Mutualisme
Tapi di balik itu. Coba kita lihat dengan jernih apakah memang Google bakal mengkudeta Microsoft lewat ChromeOS ini. Jangan-jangan ada sesuatu di balik langkah Google?
Pertama, Google punya sistem operasi yang lebih seksi --paling tidak saat ini terlihat lebih seksi. Namanya adalah Android.
Android punya potensi untuk hadir lebih luas di masyarakat. Mulai dari ponsel, smartphone hingga perangkat genggam lainnya. (Bukankah sudah banyak juga yang meramal masa depan komputer adalah dalam genggaman?)
Mengapa Google tak mengerahkan semua kemampuan (dan dana) untuk Android saja? Jangan-jangan ChromeOS hanyalah upaya Google mengalihkan perhatian Microsoft?
Kedua, Microsoft membutuhkan sistem operasi lain untuk menangkal berbagai kasus monopoli yang kerap menyandungnya. Bukannya 'menyakiti' Microsoft, kehadiran sistem operasi dari Google justru bisa mengobati masalah ini.
Raksasa dari Redmond itu bisa bilang: "Hey, kami tidak monopoli kok! Lihat saja pesaing yang datang dari Lembah Silikon itu. Ada raksasa juga di belakangnya!"
Ketika Bing muncul dari Redmond, Google terbantu dengan adanya kompetisi yang 'mengancam' dominasinya. Sebuah sparring partner yang layak yang akan membantu Google memperbaiki jualan utamanya.
Google ChromeOS ini jangan-jangan adalah bentuk ucapan terimakasih Google pada Microsoft karena telah membuat Bing. Sebuah kompetisi yang saling menguntungkan?
Ah.. sudah cukup spekulasinya. Mari kita format lagi semua prasangka dan asumsi negatif dalam kepala. Mari kita kembali ke nol kilobyte.
Catatan Nol Kilobyte adalah opini dari Wicak Hidayat, Managing Editor / Redaktur Pelaksana detikINET.com. Opini ini merupakan pendapatnya pribadi dan tidak mencerminkan pendapat institusi tempatnya bekerja.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
