Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
Laporan dari Beijing
Sebelum Dipasarkan, Ponsel Nokia Jalani 'Siksaan'
Kamis, 09/07/2009 13:18 WIB
Alat Penguji Touchscreen (irw/inet)
Jakarta - Nokia tak mau sembarang melempar ponsel ke pasaran. Bahkan, produsen ponsel terbesar di dunia ini memiliki total 200 alat siksaan untuk mengetes ponsel baru sebelum diproduksi secara massal.
"Setiap produk baru dites untuk memastikan bahwa kualitasnya tinggi," kata Manager For Test Center Nokia China, Kennet Hans, sebelum rombongan 'Nokia China
Kampus Visit' diajak masuk ke dalam Test Center tersebut.
Menurutnya, Test Center Nokia China mempunyai standar yang sama dengan pabrik vendor tersebut di negara lain seperti Finlandia dan Inggris. Uji coba ponsel
dikerjakan oleh tenaga-tenaga spesialis yang masih tergolong muda.
"Kami juga selalu memperlajari feedback dari pasar," lanjutnya.
Tak lama kemudian, Kennet mempersilakan rombongan yang terdiri dari 31 wartawan se-Asia Tenggara termasuk detikINET untuk masuk ke dalam ruangan. Namun, dia
mengingatkan agar tidak menyentuh peralatan yang ada dan mematikan dering ponsel.
Bagian pertama yang ditunjukkan adalah tempat mengetes kekuatan ponsel. Sampai seberapa jauh, misalnya, ponsel baru itu tahan banting. Di situ, ponsel sengaja dijatuhkan berulang kali dengan sebuah alat yang dibungkus kaca. Ada lagi twisting. Melalui alat ini, ponsel dites dengan gaya mirip dipelintir menggunakan kedua tangan.
Bagian berikutnya adalah pengetesan getar ponsel menggunakan mesin bernama vibrater. Mesin ini berbentuk bulat dan bergetar amat kuat. Sementara di atasnya
terdapat kotak kaca berisi 3 ponsel yang 'melompat-lompat' akibat getaran tersebut.
Lantas, guide Nokia yang bernama Daky mengajak rombongan ke ruangan tempat mengetes keypad, layar sentuh (touchscreen), dan flip ponsel lipat Nokia. Semua mesin bekerja otomatis dan ponsel yang sedang diuji coba tidak dilepas sekalipun.
Kunjungan berlanjut ke X-ray Machine dan 3D X-ray Machine. Mesin ini digunakan untuk memantau chip dan struktur mekanik ponsel Nokia. Melalui layar komputer, berbagai komponen ponsel tampak dan bisa diamati secara detail.
Ponsel Nokia dibuat tahan terhadap kondisi apapun. Untuk itu, ponsel-ponsel tersebut dimasukkan ke dalam mesin mirip oven besar bertemperatur 36 derajat
celcius. Ada pula tes penguji pengaruh kombinasi cahaya dengan embun terhadap ponsel Nokia.
"Ini tidak boleh dibuka. Kalau dibuka nanti warna materialnya berubah," kata Yang.
Untuk mengetes sinyal ponsel, Nokia menggunakan alat 3 Meter Anechoic Chamber. Di dalam ruangan tersebut ada antena pemancar sinyal yang diarahkan ke ponsel.
Kennet mengatakan, ada 3 sampai 5 seri ponsel baru dalam sekali tes. Tes tersebut juga berguna untuk mengetahui kegagalan-kegagalan dan masalah dari
produk yang akan dipasarkan.
Mengenai berapa lama waktu untuk mengetes produk, Kennet mengatakan tidak pasti. "Saya tidak menyukai pertanyaan itu sebab sukar sekali menjawabnya. Bisa dalam waktu 14 hari sampai ribuan jam," pungkasnya sambil tersenyum.
( irw / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Setiap produk baru dites untuk memastikan bahwa kualitasnya tinggi," kata Manager For Test Center Nokia China, Kennet Hans, sebelum rombongan 'Nokia China
Kampus Visit' diajak masuk ke dalam Test Center tersebut.
Menurutnya, Test Center Nokia China mempunyai standar yang sama dengan pabrik vendor tersebut di negara lain seperti Finlandia dan Inggris. Uji coba ponsel
dikerjakan oleh tenaga-tenaga spesialis yang masih tergolong muda.
"Kami juga selalu memperlajari feedback dari pasar," lanjutnya.
Tak lama kemudian, Kennet mempersilakan rombongan yang terdiri dari 31 wartawan se-Asia Tenggara termasuk detikINET untuk masuk ke dalam ruangan. Namun, dia
mengingatkan agar tidak menyentuh peralatan yang ada dan mematikan dering ponsel.
Bagian pertama yang ditunjukkan adalah tempat mengetes kekuatan ponsel. Sampai seberapa jauh, misalnya, ponsel baru itu tahan banting. Di situ, ponsel sengaja dijatuhkan berulang kali dengan sebuah alat yang dibungkus kaca. Ada lagi twisting. Melalui alat ini, ponsel dites dengan gaya mirip dipelintir menggunakan kedua tangan.
Bagian berikutnya adalah pengetesan getar ponsel menggunakan mesin bernama vibrater. Mesin ini berbentuk bulat dan bergetar amat kuat. Sementara di atasnya
terdapat kotak kaca berisi 3 ponsel yang 'melompat-lompat' akibat getaran tersebut.
Lantas, guide Nokia yang bernama Daky mengajak rombongan ke ruangan tempat mengetes keypad, layar sentuh (touchscreen), dan flip ponsel lipat Nokia. Semua mesin bekerja otomatis dan ponsel yang sedang diuji coba tidak dilepas sekalipun.
Kunjungan berlanjut ke X-ray Machine dan 3D X-ray Machine. Mesin ini digunakan untuk memantau chip dan struktur mekanik ponsel Nokia. Melalui layar komputer, berbagai komponen ponsel tampak dan bisa diamati secara detail.
Ponsel Nokia dibuat tahan terhadap kondisi apapun. Untuk itu, ponsel-ponsel tersebut dimasukkan ke dalam mesin mirip oven besar bertemperatur 36 derajat
celcius. Ada pula tes penguji pengaruh kombinasi cahaya dengan embun terhadap ponsel Nokia.
"Ini tidak boleh dibuka. Kalau dibuka nanti warna materialnya berubah," kata Yang.
Untuk mengetes sinyal ponsel, Nokia menggunakan alat 3 Meter Anechoic Chamber. Di dalam ruangan tersebut ada antena pemancar sinyal yang diarahkan ke ponsel.
Kennet mengatakan, ada 3 sampai 5 seri ponsel baru dalam sekali tes. Tes tersebut juga berguna untuk mengetahui kegagalan-kegagalan dan masalah dari
produk yang akan dipasarkan.
Mengenai berapa lama waktu untuk mengetes produk, Kennet mengatakan tidak pasti. "Saya tidak menyukai pertanyaan itu sebab sukar sekali menjawabnya. Bisa dalam waktu 14 hari sampai ribuan jam," pungkasnya sambil tersenyum.
( irw / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
