detikinet

Robot Militer AS Contek Batman

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 09/07/2009 15:10 WIB

Robot kelelawar Amerika (telegraph)

Washington - Militer Amerika Serikat tak henti-hentinya mengembangkan robot untuk diterjunkan di medan peperangan. Robot terbaru yang mereka luncurkan kali ini sepertinya coba menyontek alias ikut-ikutan si pahlawan super, Batman.

Ya, sama seperti Batman yang terinspirasi kelelawar, demikian juga robot ini. Dengan bentuk kelelawar dan terbang dengan mengepakkan sayap, robot ini bakal mengintai musuh dengan kamera dan perangkat lainnya. Si kelelawar robot juga bisa mengendus senjata biologis tertentu.

Adalah para ilmuwan dari North Carolina State University yang membesut robot pengintai itu dengan nilai proyek sebesar US$ 10 juta. Mereka mengaku terinspirasi bentuk tubuh kelelawar dalam membuatnya.

"Material yang digunakan dalam robot ini bisa bergerak penuh namun selalu kembali dalam posisi semula. Fungsi ini mirip dengan yang ditunjukkan pada tubuh kelelawar," tukas Dr Stefan Seelecke, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penciptaan robot itu.

Dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (9/7/2009), kelelawar robot itu didayai dengan baterai tenaga surya, sistem pemandu mandiri dan radio untuk mengirim data pada para tentara di medan laga.

Saat ini, si robot masih dalam tahap prototip dan belum digunakan dalam ajang perang yang sesungguhnya.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%