detikinet

Bajak Facebook, Remaja Minta 'Tebusan' Foto Porno

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 09/07/2009 10:25 WIB

Facebook (ist)

Oregon - Seorang remaja asal Oregon, Amerika Serikat terpaksa diringkus kepolisian setempat. Pasalnya, remaja mesum ini membajak akun Facebook dan MySpace milik dua mahasiswi. Tak hanya itu, dia memeras korban agar mengiriminya foto porno.

Dikutip detikINET dari AbcNews, Kamis (9/7/2009), kepolisian menerangkan si remaja sepertinya berhasil mengetahui password para korban. Kemudian ia mengganti password itu sehingga pemilik Facebook yang asli tidak bisa mengaksesnya.

Lewat e-mail, tersangka lalu menghubungi para korban yakni mahasiswi dari Oregon State University dan Washington State University. Para korban bisa mendapat akunnya kembali dengan syarat mereka memberi tersangka foto-foto porno.

Namun untungnya para korban tidak terpengaruh dengan tindak pemerasan tersebut. Mereka memilih menghubungi polisi untuk mengungkap pelaku yang telah membajak akun Facebook dan MySpace kepunyaan mereka.

Polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka melalui pelacakan e-mail. Sang remaja berkelit bahwa apa yang dilakukannya hanya iseng-iseng saja. Namun polisi tetap memberlakukan proses hukum terhadapnya.

Pihak Facebook sendiri menanggapi kasus ini dengan serius. "Kami akan bertindak tegas pada siapapun yang melakukan pelecehan cyber," tukas Barry Schnitt dari Facebook.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%