detikinet

SBY Ingatkan Penyebaran SMS Fitnah

Luhur Hertanto - detikinet
Rabu, 08/07/2009 11:00 WIB

SBY (detiknews)

Jakarta - Di masa tenang Pilpres 2009, pasangan SBY-Boediono banyak diterpa berbagai kabar negatif. Penyebaran isu negatif itu ada yang melalui media massa dan SMS.

"Berita yang tadinya tidak ada, menjadi ada. Nanti setelah 8 Juli saya akan sampaikan," kata capres SBY di sela dzikir di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Selasa (7/7/2009). Menanggapi penyebaran isu negatif tersebut, khusus kepada massa pendukungnya SBY mengingatkan untuk tidak termakan berbagai kabar bohong yang mereka dapatkan.

"Kalau teman-teman malam ini menerima SMS yang isinya fitnah, tolong abaikan saja. Lalu kapan-kapan teruskan ke saya untuk kita selesaikan baik-baik," wanti SBY.

Modus penyebaran isu negatif dan fitnah yang berlangsung tersebut sama dengan kejadian lima tahun. Sama seperti sekarang pada masa tenang Pilpres 2004, SBY dan keluarga juga diterpa berbagai kabar negatif.

Secara tak langsung ini menunjukkan masih ada orang-orang yang menggunakan fitnah untuk mencapai keberhasilan. Karenanya di acara dzikir bersama ini SBY mengajak para hadirin berdoa agar penyebar fitnah bisa mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

"Kasihan juga mereka itu, setiap pagi bangun tidur langsung berpikir fitnah apa lagi yang harus dibuat hari ini," ujar SBY disambut tawa lima ribuan jemaah Majelis Ta'lim Nurussalam.

( lh / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%