detikinet

Kecanduan Game Online Menyulut Aborsi

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 07/07/2009 07:31 WIB

Screenshot Game Happy Farm

Beijing - Main game online sering membuat orang lupa daratan. Bahkan gara-gara diputus oleh pacarnya terkait game online, seorang wanita asal Chongqing, China nekat melakukan aborsi.

Wanita dengan nama panggilan Luo tersebut dihamili pacarnya yang bernama Ke. Namun Ke yang semula perhatian mulai tak mempedulikan Luo gara-gara terobsesi dengan game online bernama 'Happy Farm'.

Bahkan Luo dipaksa meneruskan permainan game saat Ke sedang kerja. Parahnya, Luo harus selalu bangun pagi untuk menjaga agar harta virtual milik Ke dalam game itu tidak dicuri gamer lain. Padahal Luo sedang hamil dan butuh istirahat.

Suatu malam Luo kelelahan sehingga tak bisa mewakili pacarnya main game. Mereka berdua bertengkar dan Ke tanpa belas kasihan malah memutus pacarnya yang sedang hamil. Merasa kalut, Luo akhirnya nekat menggugurkan kandungannya.

"Aku sudah hamil dan sebenarnya ingin menikahi dia. Namun gara-gara dia memutuskanku, aku terpaksa aborsi," papar Luo sambil berlinang air mata. Ke memang akhirnya meminta maaf, namun semua sudah terlambat.

Kasus kecanduan game tersebut memicu usul dari kalangan pendidikan setempat agar ada upaya lebih banyak untuk menolong pecandu game di China. Demikian seperti dilansir Crienglish dan dikutip detikINET, Selasa (7/7/2009).
( fyk / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%