detikinet

Gay Dilegalkan, Internet jadi Ajang 'Perang'

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Jumat, 03/07/2009 18:27 WIB

Topnews

New Delhi - Pengadilan tinggi New Delhi mengeluarkan sebuah keputusan yang kontroversial, yakni pengesahan orientasi seksual gay.

Pertentangan dan adu argumen tak ayal terjadi. Media internet, sebagai media yang borderless atau tanpa batas, menjadi ajang 'perang' bagi mereka yang pro dan kontra dengan 'great judgement' tersebut.

Komentar-komentar membanjiri blog-blog dan website-website setelah Delhi High Court resmi melegalkan gay. Adu argumen pun terjadi. Mereka saling serang di ranah maya, mengungkapkan dukungan, penolakan, sindiran, ataupun pendapat pribadi.

"Keputusan pengadilan akan memberikan martabat bagi semua individu terlepas dari kecenderungan seksual mereka," tulis seorang pria dari Thame. Salah seorang warga mendukungnya dengan berpendapat bahwa keputusan besar tersebut akan membebaskan hidup dan keinginan seseorang.

Sedangkan di satu sisi seseorang memposting,"Kebudayaan kita tidak pernah menerima aktivitas sejenis ini." Penentang yang lain mengatakan,"Kenapa tidak sekalian mengesahkan poligami dan poliandri ? Masukkan juga perzinahan."

Dikutip detikINET dari IndianExpress, Jumat (3/7/2009), di dalam perdebatan ini, para pendukung hak gay menyerang lebih kuat daripada argumen yang menyebutkan bahwa ini akan menodai kebudayaan India.
( sha / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%