detikinet

Mega dan SBY Beda Pandangan Soal TI di Perbatasan

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 02/07/2009 21:23 WIB

Megawati

Jakarta - Debat para capres di seri terakhir rupanya juga menyerempet soal pemanfaatan teknologi informasi (TI) yang digunakan untuk menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan. Nah, untuk pokok bahasan yang satu ini, Megawati dan SBY ternyata tidak sependapat.

Capres yang diusung Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa saat ini sudah terbangun sarana TI yang sangat bermanfaat untuk mengontrol kondisi di perbatasan. Dengan demikian lalu lintas komunikasi dengan wilayah perbatasan bisa terjalin dengan lebih baik.

"Saya juga sering menggunakannya untuk berkomunikasi dengan yang di Rote, Merauke dan lainnya," ujarnya dalam acara Debat Capres yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta (2/7/2009).

Sayangnya, pendapat SBY tersebut tak diamini dengan Megawati Soekarno Putri seluruhnya, capres yang diusung Partai PDIP. Menurutnya, keberadaan TI di wilayah perbatasan tidak serta merta menjadi solusi untuk mengontrolnya.

"Kalau berharap dengan TI itu hanya melihatnya dengan segini (lewat kamera-red.)," tukasnya, seraya membandingkan dengan jarinya.

Memang wilayah perbatasan menjadi salah satu topik hangat dalam debat capres ini. Hal itu merujuk kepada lepasnya Timor Timor, serta sengketa yang terjadi di Pulau Sipadan dan Ligitan.

( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%