detikinet

Ditekan AS, China Tunda Sensor Situs Porno

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 01/07/2009 12:15 WIB

Ilustrasi (sfgate)

Beijing - Diserbu protes bertubi, China akhirnya menunda penerapan kebijakan sensor komputer untuk membendung pornografi dan konten terlarang lainnya. Rencananya pada 1 Juli, semua komputer yang terjual di negeri Tirai Bambu sudah harus dilengkapi software sensor.

Akan tetapi protes dari Amerika Serikat dan perusahaan komputer memaksa China menunda aturan 'wajib install' software bernama Green Dam-Youth Escort.

Dikutip detikINET dari Bloomberg, Rabu (1/7/2009), Kementerian Teknologi Informasi China menyatakan, penundaan dilakukan untuk memenuhi permintaan vendor komputer yang meminta waktu lebih banyak. Tak disebutkan kapan penundaan ini akan berakhir.

Grup bisnis komputer Amerika seperti Hewlett Packard, Dell sampai Microsoft memang telah berdiskusi dengan pemerintah China. Mereka berpendapat, Green Dam kemungkinan bakal mengancam sekuriti komputer sehingga perlu ditinjau ulang.

Selain itu, install software Green Dam dikhawatirkan mengganggu performa komputer selain tentunya dinilai dapat merenggut kebebasan informasi rakyat China

Pemerintah Amerika Serikat juga getol memperingatkan agar China memikirkan kembali kebijakan sensor itu. Sebab selain berisiko mengganggu hubungan dagang antara AS dan China juga mungkin melanggar aturan organisasi dagang dunia, World Trade Organization.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%