detikinet

Film Terbaru Harry Potter Ditunggangi Cracker

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 29/06/2009 15:15 WIB

Harry Potter, dkk (cinemasource)

London - Pemutaran film Harry Potter terbaru, Harry Potter and the Half Blood Prince kian dekat. Tak sedikit fans yang tidak sabar coba mengunduh film itu via internet sebelum filmya menyambangi bioskop.

Namun kewaspadaan patut ditingkatkan karena di samping membajak adalah kejahatan, upaya itu juga bisa membuat mereka terjerat jebakan penjahat cyber.

Ya, para cracker dilaporkan menanam 'bom' program jahat berupa link dengan godaan via link itu, film Harry Potter bisa diunduh. Namun sesungguhnya link itu merupakan jalan bagi program jahat memasuki komputer korban untuk mencuri beragam informasi penting.

Dikutip detikINET dari SkyNews, Senin (29/6/2009), informasi penting seperti rekening bank yang didapat kemudian bisa disalahgunakan atau dilelang oleh para penjahat cyber.

"Jika Anda ingin melihat video Harry Potter sebelum dirilis resmi, Anda diminta mengklik link itu. Namun justru sepertinya komputer Anda bakal terinfeksi," demikian peringatan dari Michael Greene, Vice President di biro keamanan PC Tools.

Daripada terkena, lebih baik para pemakai komputer meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya para penjahat cyber terus menggelontorkan program jahat baru sehingga produk anti virus pun kadang kesulitan melacaknya.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%