detikinet

Perangi Al Qaeda, Inggris Rekrut Hacker Remaja

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 26/06/2009 10:41 WIB

Ilustrasi (cnn)

London - Pemerintah Inggris Raya merasa makin terancam oleh serangan cyber dari mancanegara. Salah satunya dari jaringan Al Qaeda yang dilaporkan sedang mempersiapkan serangan cyber untuk menghantam Inggris.

Untuk itu, negeri kerajaan ini membuat pusat komando keamanan cyber baru demi memperkuat pertahanan cyber. Lembaga Cyber Security Operations Center ini pun mendapat suntikan darah segar, yakni para hacker yang usianya masih belasan tahun.

"Anda memerlukan para anak muda yang benar-benar mendalami masalah ini. Sebagian dari mereka adalah para bocah nakal yang tentunya bakal senang menghentikan ulah bocah nakal lainnya," tukas Lord West, menteri keamanan Inggris.

Pusat pertahanan cyber dinilai penting karena menurut pemerintah setempat, makin banyak serangan cyber yang disponsori berbagai negara dan organisasi internasional menghantam Inggris.

Negara-negara seperti China dan Rusia dikhawatirkan menyasar fasilitas penting Inggris termasuk pusat bisnis maupun sistem kelistrikan.

Dikutip detikINET dari Wired, Jumat (26/6/2009), Inggris tampaknya kian sadar pentingnya meraih supremasi di ranah peperangan cyber. Bahkan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown meyakini bahwa dunia cyber adalah medan perang baru di abad 21.
( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%