Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Salah Boikot Warnai Protes Pemblokiran Internet Iran
Kamis, 25/06/2009 09:13 WIB

Demonstran di Iran (reuters)
Jakarta - Nokia Siemens Networks disebut-sebut punya andil dalam pemblokiran akses internet dan telekomunikasi di Iran. Geram mendengar kabar tersebut, sejumlah konsumen pun melancarkan aksi boikot. Namun sayangnya, beberapa aksi mereka salah sasaran.
Kabar ini sendiri berhembus ke permukaan setelah dimuat Wall Street Journal beberapa waktu lalu. Dilaporkan, NSN jadi pemasok perangkat yang digunakan para penguasa di Iran untuk melakukan pengawasan di internet bagi warganya.
Alhasil, gerak-gerik warga Iran dapat diawasi dengan leluasa oleh para penguasa. Sehingga ketika dinilai bisa menimbulkan keresahan, akses dunia maya di negara ini dapat disumbat.
Mendengar kabar tersebut NSN jelas menyatakan sanggahannya. Perusahaan Finlandia-Jerman ini mengaku hanya menyediakan perangkat untuk menunjang akses telekomunikasi di negara tersebut, bukan perangkat untuk memblokir atau menyaring akses internet.
Meski demikian, menyeruaknya kabar tersebut sudah kadung liar dan mulai memancing respon negatif dari konsumen yang tidak setuju dengan aksi kekerasan yang terjadi di Iran.
Namun anehnya, beberapa dari mereka menganggap bahwa Nokia Siemens Networks adalah perusahaan sama yang memproduksi ponsel Nokia. Sehingga pemboikotan salah sasaran pun terjadi.
Sejumlah pemboikot misalnya sudah kadung menulis komentar bernada sinis yang ditujukan kepada Nokia, si produsen ponsel itu. Mereka mengaku, saking kesalnya telah menghancurkan ponsel-ponsel Nokia yang mereka miliki.
Bukan hanya itu, mereka bahkan turut menyarankan teman dan keluarga mereka untuk menjauhi produk Nokia karena dinilai membuat kebijakan keliru.
"Aku telah mulai memboikot semua produkmu(Nokia-red.) sampai kamu tak lagi memberi bantuan pada para diktator fasis dan pembunuh massal itu," cecar salah seorang pemrotes salah sasaran ini.
Namun apa lacur, salah tuduhan ini jadi semakin liar. Belum ada tanggapan resmi dari Nokia terkait hal ini, hanya NSN saja yang telah menyampaikan klarifikasi mereka lewat blognya.
"Kami bukan Nokia ataupun Siemens. Namun dari subsidiari bisnis berbeda yang bernama Nokia Siemens Networks," jelas Ben Roome, juru bicara NSN dalam blog resmi perusahaan.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kabar ini sendiri berhembus ke permukaan setelah dimuat Wall Street Journal beberapa waktu lalu. Dilaporkan, NSN jadi pemasok perangkat yang digunakan para penguasa di Iran untuk melakukan pengawasan di internet bagi warganya.
Alhasil, gerak-gerik warga Iran dapat diawasi dengan leluasa oleh para penguasa. Sehingga ketika dinilai bisa menimbulkan keresahan, akses dunia maya di negara ini dapat disumbat.
Mendengar kabar tersebut NSN jelas menyatakan sanggahannya. Perusahaan Finlandia-Jerman ini mengaku hanya menyediakan perangkat untuk menunjang akses telekomunikasi di negara tersebut, bukan perangkat untuk memblokir atau menyaring akses internet.
Meski demikian, menyeruaknya kabar tersebut sudah kadung liar dan mulai memancing respon negatif dari konsumen yang tidak setuju dengan aksi kekerasan yang terjadi di Iran.
Namun anehnya, beberapa dari mereka menganggap bahwa Nokia Siemens Networks adalah perusahaan sama yang memproduksi ponsel Nokia. Sehingga pemboikotan salah sasaran pun terjadi.
Sejumlah pemboikot misalnya sudah kadung menulis komentar bernada sinis yang ditujukan kepada Nokia, si produsen ponsel itu. Mereka mengaku, saking kesalnya telah menghancurkan ponsel-ponsel Nokia yang mereka miliki.
Bukan hanya itu, mereka bahkan turut menyarankan teman dan keluarga mereka untuk menjauhi produk Nokia karena dinilai membuat kebijakan keliru.
"Aku telah mulai memboikot semua produkmu(Nokia-red.) sampai kamu tak lagi memberi bantuan pada para diktator fasis dan pembunuh massal itu," cecar salah seorang pemrotes salah sasaran ini.
Namun apa lacur, salah tuduhan ini jadi semakin liar. Belum ada tanggapan resmi dari Nokia terkait hal ini, hanya NSN saja yang telah menyampaikan klarifikasi mereka lewat blognya.
"Kami bukan Nokia ataupun Siemens. Namun dari subsidiari bisnis berbeda yang bernama Nokia Siemens Networks," jelas Ben Roome, juru bicara NSN dalam blog resmi perusahaan.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
214 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
74 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

