detikinet

BSA: Risiko Software Ilegal Bukan Hanya Razia

Fajar Widiantoro - detikinet
Kamis, 18/06/2009 13:55 WIB

Suasana Acara BSA (f. widi/inet)

Jakarta - Penggunaan piranti lunak ilegal, menurut Business Software Alliance (BSA), tak semata-mata membuat penggunanya berisiko tertangkap dalam razia. Terdapat risiko lain yang juga bisa diderita penggunanya.

Demikian dikatakan Jeffrey Hardee, Vice President BSA Asia Pacific, saat ditemui detikINET pada acara penghargaan piagam HKI di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (18/06/09). "Sebenarnya penggunaan software ilegal tidak hanya menimbulkan risiko dilakukannya razia, namun hal itu akan membatasi potensi penggunaan teknologi informasi," ujar Hardee.

Terbatasnya potensi itu, ujar Hardee, terjadi karena pengguna piranti lunak ilegal akan kehilangan jaminan dan dukungan piranti lunak. "Piranti lunak berlisensi juga memiliki jaminan dan dukungan yang akan mengarah pada maksimalisasi potensi sebuah piranti lunak sebagai alat manajemen," ia menambahkan.

Business Software Alliance (BSA) adalah organisasi yang rajin mengedukasi soal pentingnya piranti lunak legal. Upaya edukasi ini pun dijanjikan Hardee akan terus dilanjutkan.

"Kita akan melanjutkan mengedukasi masyarakat Indonesia untuk menggunakan software legal. Untuk ini kita harus bekerja lebih keras, tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat sendiri," tutur Hardee.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%