http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Produsen Game Porno Ramai-ramai Samarkan Judul

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 17/06/2009 13:30 WIB
http://us.images.detik.com/content/2009/06/17/398/rapelay150.jpg Cover game Rapelay (ist)
Tokyo - Otoritas Jepang tengah getol membatasi ruang gerak video game berunsur pornografi. Hal ini terkait munculnya kontroversi game bertema porno buatan Jepang seperti Rapelay yang dikritik keras negara-negara barat.

Ujung-ujungnya, produsen video game porno di Jepang tidak leluasa lagi memasarkan barangnya. Bahkan demi menghindari kontroversi lanjutan, para pengembang game di negeri Sakura itu pun ramai-ramai mengubah judul game porno mereka agar tampak lebih sopan meski pada dasarnya isinya sama saja.

Dikutip detikINET dari Kotaku, Rabu (17/6/2009), judul-judul sensasional seperti Mihiro Sensei's Rape Diary akhirnya diubah menjadi Mihhiro Sensei's Diary. Demikian juga titel titel seronok lainnya seperti The House of Female Slaves diganti menjadi The House of Shame.

Kontroversi soal industri video game porno di Jepang menyeruak setelah game Rapelay beredar di pasaran Amerika Serikat. Dari sinilah otoritas Amerika akhirnya mengkritik keberadaan game semacam itu.
(fyk/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Rudiantara Cocok Jadi Menkominfo?

Dengan latar belakanganya sebagai seorang profesional di industri telekomunikasi, Rudiantara dianggap pas menempati kursi menkominfo. Lantas, bagaimana dengan Anda, apa berpendapat sama?
Pro
73%
Kontra
27%


Must Read close