detikinet

Murka, IBM Gugat Instansi Pemerintah Filipina

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Senin, 08/06/2009 13:05 WIB

ilustrasi (ist)

Filipina - Tak terima dituding menjual software cacat, IBM Filipina menggugat salah satu instansi pemerintah di Filipina.

Konflik ini bermula saat sebuah instansi pemerintah Filipina, Government Service Insurance System (GSIS) memasang tulisan di sebuah surat kabar.

Dikutip detikINET dari AFP, Senin (8/6/2009), inti dari tulisan tersebut, Government Service Insurance System (GSIS) menuding IBM telah menjual software bermasalah.

Tak ayal kuping IBM panas mengetahui pemberitaan tersebut. IBM menyebut tulisan GSIS itu tak hanya keliru dan menyesatkan, tapi juga penuh kedengkian.

Terkait dengan tudingan telah menjual software cacat, menurut IBM, GSIS memperoleh software bermasalah tersebut dari joint venture tiga perusahaan lokal, di mana IBM Filipina tidak terlibat.

"IBM tidak terlibat dalam design, supply, instalasi dan maintenance," tegas IBM. Merasa nama baiknya tercemar, IBM mengajukan gugatan senilai 205 juta peso atau sekitar US$4,33 juta.

Sementara itu, pihak GSIS juga melancarkan gugatan terhadap IBM Filipina serta perusahaan induknya di Amerika Serikat senilai lebih dari 100 juta peso.

President Questonix Corp, perusahaan yang dikontrak untuk meng-install software sistem pengelolaan database IBM juga turut menjadi 'korban' gugatan GSIS.
( faw / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%