Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
Menristek: WiMax Jangan Sampai 'Gagal'
Kamis, 28/05/2009 11:45 WIB

Kusmayanto Kadiman (inet)
Jakarta - Teknologi WiMax digadang-gadang bisa menghadirkan internet murah dan luas. Namun Menristek mewanti-wanti Indonesia untuk belajar dari GSM dan CDMA, jangan sampai WiMax juga 'gagal'.
"Sudah cukup sampai di sini saja. Kita jangan sampai seperti saat GSM dan CDMA masuk ke sini. Kita hanya jadi konsumen saja, tanpa memiliki kesempatan untuk ikut menikmati pasarnya," kata Menristek Kusmayanto Kadiman kepada detikINET usai launching software jBatik v 2.0 di Blitz, Parisj Van Java, Rabu (27/5/2009).
Menurut pria penggemar bonsai ini, sudah waktunya Indonesia memanfaatkan jumlah populasi yang besar sebagai kekuatan.
"Sekarang dibalik, bukan saatnya lagi berpikir untuk memberi makan 240 juta mulut. Tapi dari 240 juta ini bisa menghasilkan ide kreatif seperti apa yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis," katanya.
Kaitannya dengan WiMax, Kusmayanto menegaskan bahwa industri lokal tetap harus masuk dalam proyek WiMax. Walaupun secara teknologi belum sempurna betul, namun hal itu lebih bagus ketimbang seluruh perangkat diimpor seperti yang sudah terjadi pada layanan 2G dan 3G.
"Daripada kayak kemarin. Kita harus paksa industri lokal untuk terus mengembangkan produknya," tegasnya.
Disinggung mengenai kewajiban performa operator pemenang tender, dia mengungkapkan situasi itu bisa disiasati dengan menurunkan tingkat kandungan lokal yang wajib dipenuhi operator.
"Ini yang menjadi masalah. Sekarang saya tanya, lebih baik standarnya diturunkan tapi nanti industri lokal jadi tumbuh semua. Atau standarnya langsung tinggi, tapi hanya sekali itu saja? Kalau saya memilih diturunkan asal terus tumbuh," ungkapnya
Kusmayanto juga mengatakan bahwa pemerintah bisa saja melakukan intervensi. Walaupun saat terjadinya intervensi akan menimbulkan tendensi negatif, namun Kusmayanto yakin bahwa untuk sesuatu yang baik maka intervensi bisa dilakukan.
"Dulu GSM sampai muncul istilah Geser Sedikit Mati. Karena sangking jeleknya. Tapi toh orang masih pada pakai saat itu. Tapi kan lambat laun membaik, begitu pula dengan tender WiMax. Kalau jelek di awal ya harap sabar. Pasti akan semakin baik kok," pungkasnya.
( afz / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Sudah cukup sampai di sini saja. Kita jangan sampai seperti saat GSM dan CDMA masuk ke sini. Kita hanya jadi konsumen saja, tanpa memiliki kesempatan untuk ikut menikmati pasarnya," kata Menristek Kusmayanto Kadiman kepada detikINET usai launching software jBatik v 2.0 di Blitz, Parisj Van Java, Rabu (27/5/2009).
Menurut pria penggemar bonsai ini, sudah waktunya Indonesia memanfaatkan jumlah populasi yang besar sebagai kekuatan.
"Sekarang dibalik, bukan saatnya lagi berpikir untuk memberi makan 240 juta mulut. Tapi dari 240 juta ini bisa menghasilkan ide kreatif seperti apa yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis," katanya.
Kaitannya dengan WiMax, Kusmayanto menegaskan bahwa industri lokal tetap harus masuk dalam proyek WiMax. Walaupun secara teknologi belum sempurna betul, namun hal itu lebih bagus ketimbang seluruh perangkat diimpor seperti yang sudah terjadi pada layanan 2G dan 3G.
"Daripada kayak kemarin. Kita harus paksa industri lokal untuk terus mengembangkan produknya," tegasnya.
Disinggung mengenai kewajiban performa operator pemenang tender, dia mengungkapkan situasi itu bisa disiasati dengan menurunkan tingkat kandungan lokal yang wajib dipenuhi operator.
"Ini yang menjadi masalah. Sekarang saya tanya, lebih baik standarnya diturunkan tapi nanti industri lokal jadi tumbuh semua. Atau standarnya langsung tinggi, tapi hanya sekali itu saja? Kalau saya memilih diturunkan asal terus tumbuh," ungkapnya
Kusmayanto juga mengatakan bahwa pemerintah bisa saja melakukan intervensi. Walaupun saat terjadinya intervensi akan menimbulkan tendensi negatif, namun Kusmayanto yakin bahwa untuk sesuatu yang baik maka intervensi bisa dilakukan.
"Dulu GSM sampai muncul istilah Geser Sedikit Mati. Karena sangking jeleknya. Tapi toh orang masih pada pakai saat itu. Tapi kan lambat laun membaik, begitu pula dengan tender WiMax. Kalau jelek di awal ya harap sabar. Pasti akan semakin baik kok," pungkasnya.
( afz / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 14:16 WIB
Fujifilm Stop Pengapalan Film APS
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Hands On
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
- Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
193 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)
