detikinet

Aturan SMS Premium Diibaratkan 'Preman' di Tanah Abang

Ardhi Suryadhi - detikinet
Rabu, 27/05/2009 17:01 WIB

pengguna ponsel (ist)

Jakarta - Asosiasi penyedia konten yang tergabung dalam IMOCA (Indonesia Mobile & Online Content Provider Association) gigih meneruskan perjuangan menolak PerMenKominfo No: 01 PER/M.KOMINFO/01/2009 tentang SMS/MMS Premium. Bahkan Permen tersebut diibaratkan bak 'preman' di Tanah Abang.

Demikian dikatakan oleh ketua IMOCA Haryawirasmo dalam jumpa pers yang berlangsung di ORANYE Resto Citiwalk Sudirman, Jakarta, Rabu (27/5/2009).

Menurutnya di awal kehadiran aturan tersebut pemerintah pernah berjanji bahwa kehadiran aturan tersebut bertujuan untuk melindungi industri. Namun, dalam perkembangannya, justru membuat content provider berada di tempat yang salah, seperti dikenakan BHP dan pungutan USO.

"Jadi kaya 'preman' di Tanah Abang. Anda mau usaha dan dilindungi tapi harus bayar," ujar pria yang akrab disapa Rasmo ini.

Rasmo menambahkan,"Sebab, diibaratkan kita sedang berbisnis di industri telekomunikasi, namun tiba-tiba pemerintah bikin aturan yang mencap kita salah tanpa mengetahui lebih dalam akar permasalahannya. Maka kami akan berusaha agar aturan ini direvisi, karena kami sebagai pengusaha juga tidak mau dirugikan."

Upaya yang dilakukan IMOCA untuk menolak Permen 01/2009 tersebut bahkan sudah sampai ke meja hijau. Tak tanggung-tanggung, IMOCA menggugat Menteri Kominfo dan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) sebesar Rp 2 triliun lebih.
( faw / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%