detikinet

Tarif Internet Konsorsium Wimax Bisa Rp 100 Ribu

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 19/05/2009 18:41 WIB

akses internet (ist)

Jakarta - Konsorsium Wimax Indonesia berjanji menawarkan tarif internet tanpa batas sedikitnya Rp 100-150 ribu tiap bulan jika memenangkan tender Broadband Wireless Access (BWA)

Menurut John Sihar Simanjuntak, salah satu anggota konsorsium, tarif rendah untuk akses internet cepat itu bisa mereka tawarkan jika ketersediaan infrastruktur BWA sudah massal.

"Misalnya dengan 16.e. Kalau masih 16.d, kami agak kesulitan. Tarif mungkin masih berkisar Rp 300 ribu sampai 500 ribu. Namun itu sudah lebih murah dibanding unlimited Telkom yang sebulannya Rp 750 ribu," ujarnya di gedung Cyber, Jakarta, Selasa (19/5/2009).

Juru bicara konsorsium, Heru Nugroho, menjelaskan itu sebabnya mengapa konsorsium yang terdiri dari 30 internet service provider (ISP) sangat berkepentingan untuk mendapatkan satu blok 15MHz lisensi BWA di tiap 15 zona wilayah Indonesia.

"Ini hidup mati para penyelenggara ISP. Posisi kami terjepit oleh operator yang juga punya anak usaha ISP. Mau tidak mau kami harus punya BWA untuk bisa menjual produk dengan skala ekonomis," jelas Heru.

Konsorsium sepakat masa depan telekomunikasi ada di layanan data. Rata-rata pendapatan (ARPU) layanan data dari tiap pelanggan setiap bulannya bisa mencapai Rp 500 ribu.
( rou / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%