detikinet

Overheat, 70 Ribu Baterai Laptop HP Ditarik

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Jumat, 15/05/2009 12:31 WIB

baterai laptop (ist)

Jakarta - Kasus baterai laptop mengalami panas berlebih (overheat) seringkali terjadi. Kali ini giliran raksasa komputer Hewlett-Packard (HP) yang terpaksa menarik 70.000 baterai lithium-ion dari pasaran karena kasus overheat.

Penarikan ini dilakukan menyusul adanya dua laporan yang menyebutkan bahwa baterai lithium-ion yang digunakan pada sejumlah laptop HP mengalami panas berlebih dan pecah yang berbuntut pada kerusakan minor properti. Untung tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.

Pernyataan penarikan ini diumumkan Consumer Product Safety Commission di Amerika Serikat, Kamis kemarin. Sejumlah model laptop yang terkena imbas penarikan baterai lithium-ion tersebut adalah 9 model HP Pavilions, 9 model Compaq Presarios, 2 model HP dan 1 model HP Compaq yang dijual dalam rentang waktu Agustus 2007 dan Maret 2008 di seluruh penjuru Amerika.

Dikutip detikINET dari CNet, Jumat (15/5/2009) laptop-laptop tersebut dijual pada kisaran US$ 500 dan US$ 3.000 dengan baterai yang dijual terpisah seharga US$ 100 dan US$ 160.

Menanggapi kejadian ini, HP mengimbau konsumen untuk mencabut baterai dari notebook mereka. Pihak HP siap menerima laporan dari konsumen terkait hal tersebut, dan baterai gratis siap diberikan sebagai penggantinya.
( faw / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%