Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
TelkomVision Perangi Pelanggan Ilegal
Kamis, 30/04/2009 20:47 WIB

ilustrasi (ist)
Jakarta - TelkomVision terus menggiatkan aksi bersih-bersih terhadap pelanggan layanan TV berbayarnya yang ilegal. Berbagai cara pun dilakukan agar kerugian perusahaan tak semakin menggelembung.
Dikatakan Rahadi Arsyad, Presiden Direktur TelkomVision, menjamurnya pelanggan ilegal inilah yang memaksa perusahaan yang dipimpinnya tersebut melakukan re-launching pada Juli 2007 lalu.
Lihat saja, sejak kehadirannya pada tahun 1997, anak perusahaan Telkom ini hanya mampu menggaet 20 ribu pelanggan. "Baru sejak diluncurkan ulang, jumlah pelanggan kami sekarang sudah mencapai 230 ribu," ujarnya dalam acara jumpa pers di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
Berbagai tambalan dalam sistem keamanan layanan TelkomVision tentu menjadi prioritas utama dalam re-launching tersebut. "Hal itu biar layanan kami gak kebobolan lagi seperti dulu," tukas Rahadi.
Maraknya aksi pembajakan pelanggan TelkomVision ini, menurut Rahadi, sebagian besar dilakukan di wilayah-wilayah pedesaan, terutama di Kalimantan dan Sumatera.
"Namun mungkin bukan mau melanggar juga, tapi lebih kepada mereka tidak tahu kalau meredistribusi channel itu ada aturannya," lanjutnya.
Pun demikian, bukan berarti hal itu bakal dibiarkan. TelkomVision sendiri sudah menegaskan untuk melakukan tindakan terhadap para pengguna ilegal tersebut. Sebab, mereka pun tak mau menjadi tambah rugi.
Sejumlah pihak pun telah digandeng, mulai dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Depkominfo hingga aparat penegak hukum. "Tapi sayangnya sampai saat ini kita terus yang berinisiatif, aparat banyak juga yang masih yang belum mengerti," keluhnya.
Sementara untuk melindungi kontennya, TelkomVision melakukan kerja sama dengan Irdeto, perusahaan penyedia solusi dan layanan perlindungan konten dan model bisnis yang berbasis di Belanda.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dikatakan Rahadi Arsyad, Presiden Direktur TelkomVision, menjamurnya pelanggan ilegal inilah yang memaksa perusahaan yang dipimpinnya tersebut melakukan re-launching pada Juli 2007 lalu.
Lihat saja, sejak kehadirannya pada tahun 1997, anak perusahaan Telkom ini hanya mampu menggaet 20 ribu pelanggan. "Baru sejak diluncurkan ulang, jumlah pelanggan kami sekarang sudah mencapai 230 ribu," ujarnya dalam acara jumpa pers di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
Berbagai tambalan dalam sistem keamanan layanan TelkomVision tentu menjadi prioritas utama dalam re-launching tersebut. "Hal itu biar layanan kami gak kebobolan lagi seperti dulu," tukas Rahadi.
Maraknya aksi pembajakan pelanggan TelkomVision ini, menurut Rahadi, sebagian besar dilakukan di wilayah-wilayah pedesaan, terutama di Kalimantan dan Sumatera.
"Namun mungkin bukan mau melanggar juga, tapi lebih kepada mereka tidak tahu kalau meredistribusi channel itu ada aturannya," lanjutnya.
Pun demikian, bukan berarti hal itu bakal dibiarkan. TelkomVision sendiri sudah menegaskan untuk melakukan tindakan terhadap para pengguna ilegal tersebut. Sebab, mereka pun tak mau menjadi tambah rugi.
Sejumlah pihak pun telah digandeng, mulai dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Depkominfo hingga aparat penegak hukum. "Tapi sayangnya sampai saat ini kita terus yang berinisiatif, aparat banyak juga yang masih yang belum mengerti," keluhnya.
Sementara untuk melindungi kontennya, TelkomVision melakukan kerja sama dengan Irdeto, perusahaan penyedia solusi dan layanan perlindungan konten dan model bisnis yang berbasis di Belanda.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Hands On
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
- Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
- Jumat, 25/05/2012 14:05 WIB
Google Bongkar Pembajakan Microsoft
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
193 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)
