detikinet

Interkoneksi Gerus Pendapatan Telkom Rp 1 Triliun

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 29/04/2009 17:58 WIB

Rinaldi Firmansyah (inet)

Jakarta - Telkom sebagai operator incumbent yang mulai membuka lebar keran interkoneksi ke semua operator, mengaku kehilangan pendapatan Rp 1 triliun sejak diberlakukannya penurunan tarif interkoneksi per 1 April 2008.

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan demikian dalam acara 'Evaluasi Satu Tahun Penurunan Tarif' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

"Akibat interkoneksi, kami kehilangan pendapatan Rp 1 triliun. Jadi jangan lupakan jasa incumbent yang mau membuka interkoneksi," demikian ujarnya.

Menurut Rinaldi, pemerintah sebaiknya jangan alergi memberikan insentif kepada operator. Sebab, operator meski pendapatannya terus menurun akibat persaingan tarif, namun tetap menunaikan kewajibannya membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) telekomunikasi yang terus naik.

"Revenue Telkomsel naik cuma sedikit tapi BHP naik 30%. Dengan revenue yang sedikit dan cost yang tetap besar ini berpengaruh terhadap re-investasi," jelasnya.

Flexi

Untuk mengatrol kembali penurunan pendapatan dari interkoneksi, salah satu langkah yang kemudian diambil Telkom ialah menggenjot penambahan jumlah pelanggannya lewat akses layanan telepon tetap nirkabel Flexi.

Untuk menggenjot jumlah pelanggan fixed wireless access (FWA) miliknya yang saat ini berjumlah 13 juta pelanggan, Telkom menawarkan empat produk nilai tambah sekaligus, yakni Flexi Dahsyat, Flexi Community, Flexi Add On, dan F-Kios.

"Kami menargetkan dengan adanya inovasi baru ini, jumlah pelanggan kami akan menjadi 16,5 juta pelanggan sampai akhir tahun," ungkap Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, di lain kesempatan.

Menurutnya, saat ini masyarakat telah menjadikan telepon tidak hanya untuk berkomunikasi melalui suara tetapi juga telah menjadikan telepon sebagai sahabat dalam berbagai aktivitas.

"Berdasarkan pengalaman dan riset, sebagian besar pelanggan Flexi ternyata menggunakan telepon Flexi untuk berbagai aktivitas. Value added services yang kami luncurkan hari ini tidak terlepas dari keinginan Telkom memberikan solusi
berkomunikasi," tandas Eddy.


( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%