Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Interkoneksi Gerus Pendapatan Telkom Rp 1 Triliun
Rabu, 29/04/2009 17:58 WIB
.jpg)
Rinaldi Firmansyah (inet)
Jakarta - Telkom sebagai operator incumbent yang mulai membuka lebar keran interkoneksi ke semua operator, mengaku kehilangan pendapatan Rp 1 triliun sejak diberlakukannya penurunan tarif interkoneksi per 1 April 2008.
Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan demikian dalam acara 'Evaluasi Satu Tahun Penurunan Tarif' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
"Akibat interkoneksi, kami kehilangan pendapatan Rp 1 triliun. Jadi jangan lupakan jasa incumbent yang mau membuka interkoneksi," demikian ujarnya.
Menurut Rinaldi, pemerintah sebaiknya jangan alergi memberikan insentif kepada operator. Sebab, operator meski pendapatannya terus menurun akibat persaingan tarif, namun tetap menunaikan kewajibannya membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) telekomunikasi yang terus naik.
"Revenue Telkomsel naik cuma sedikit tapi BHP naik 30%. Dengan revenue yang sedikit dan cost yang tetap besar ini berpengaruh terhadap re-investasi," jelasnya.
Flexi
Untuk mengatrol kembali penurunan pendapatan dari interkoneksi, salah satu langkah yang kemudian diambil Telkom ialah menggenjot penambahan jumlah pelanggannya lewat akses layanan telepon tetap nirkabel Flexi.
Untuk menggenjot jumlah pelanggan fixed wireless access (FWA) miliknya yang saat ini berjumlah 13 juta pelanggan, Telkom menawarkan empat produk nilai tambah sekaligus, yakni Flexi Dahsyat, Flexi Community, Flexi Add On, dan F-Kios.
"Kami menargetkan dengan adanya inovasi baru ini, jumlah pelanggan kami akan menjadi 16,5 juta pelanggan sampai akhir tahun," ungkap Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, di lain kesempatan.
Menurutnya, saat ini masyarakat telah menjadikan telepon tidak hanya untuk berkomunikasi melalui suara tetapi juga telah menjadikan telepon sebagai sahabat dalam berbagai aktivitas.
"Berdasarkan pengalaman dan riset, sebagian besar pelanggan Flexi ternyata menggunakan telepon Flexi untuk berbagai aktivitas. Value added services yang kami luncurkan hari ini tidak terlepas dari keinginan Telkom memberikan solusi
berkomunikasi," tandas Eddy.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan demikian dalam acara 'Evaluasi Satu Tahun Penurunan Tarif' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
"Akibat interkoneksi, kami kehilangan pendapatan Rp 1 triliun. Jadi jangan lupakan jasa incumbent yang mau membuka interkoneksi," demikian ujarnya.
Menurut Rinaldi, pemerintah sebaiknya jangan alergi memberikan insentif kepada operator. Sebab, operator meski pendapatannya terus menurun akibat persaingan tarif, namun tetap menunaikan kewajibannya membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) telekomunikasi yang terus naik.
"Revenue Telkomsel naik cuma sedikit tapi BHP naik 30%. Dengan revenue yang sedikit dan cost yang tetap besar ini berpengaruh terhadap re-investasi," jelasnya.
Flexi
Untuk mengatrol kembali penurunan pendapatan dari interkoneksi, salah satu langkah yang kemudian diambil Telkom ialah menggenjot penambahan jumlah pelanggannya lewat akses layanan telepon tetap nirkabel Flexi.
Untuk menggenjot jumlah pelanggan fixed wireless access (FWA) miliknya yang saat ini berjumlah 13 juta pelanggan, Telkom menawarkan empat produk nilai tambah sekaligus, yakni Flexi Dahsyat, Flexi Community, Flexi Add On, dan F-Kios.
"Kami menargetkan dengan adanya inovasi baru ini, jumlah pelanggan kami akan menjadi 16,5 juta pelanggan sampai akhir tahun," ungkap Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, di lain kesempatan.
Menurutnya, saat ini masyarakat telah menjadikan telepon tidak hanya untuk berkomunikasi melalui suara tetapi juga telah menjadikan telepon sebagai sahabat dalam berbagai aktivitas.
"Berdasarkan pengalaman dan riset, sebagian besar pelanggan Flexi ternyata menggunakan telepon Flexi untuk berbagai aktivitas. Value added services yang kami luncurkan hari ini tidak terlepas dari keinginan Telkom memberikan solusi
berkomunikasi," tandas Eddy.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
217 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

