Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Harga Frekuensi BWA Harus Pro Rakyat
Selasa, 21/04/2009 16:47 WIB
BWA (ist)
Jakarta - Pemerintah dalam menentukan harga frekuensi broadband wireless access (BWA) sedang menunggu hasil konsultasi dengan departemen keuangan. Namun harga lisensi dipastikan tak akan mahal demi internet yang lebih murah.
"Penetapan harga BWA harus tidak merugikan negara, tetapi juga tidak memberatkan industri. Ini yang harus dicari jalan tengahnya agar harga tetap pro rakyat," jelas Staf Ahli Menkominfo, Suhono Harso Supangkat, di sela 2nd Indonesian Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Pemerintah telah membagi 100 MHz frekuensi di spektrum 2,3 GHz bagi 15 zona di seluruh Indonesia, dimana 75 MHz untuk BWA nomadic (area terbatas) dan BWA mobile (lintas area). Dari 75 MHz yang akan ditender pertengahan Juni mendatang, masing masing peserta tender dibolehkan untuk menawar maksimal 30 MHz dan minimal 15 MHz di setiap blok wilayah.
"Setiap wilayah yang akan diisi oleh tiga operator akan bervariasi harganya. Tergantung tingkat kepadatan trafik dan potensi calon pelanggan di tiap wilayah tersebut,"lanjut Suhono yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Tender BWA.
Sebelumnya, kalangan industri mengkhawatirkan pemerintah akan menetapkan harga frekuensi BWA setara dengan 3G atau mencapai Rp 160 miliar. Namun Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar menegaskan, harga frekuensi BWA akan lebih murah dari 3G.
Mungkin saja yang dikatakan Basuki benar, mengingat BWA dianggap masuk kategori jaringan tetap lokal area terbatas seperti FWA (fixed wireless access). Sementara 3G layaknya lisensi seluler bergerak. Beda biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi antara FWA dan seluler ialah 1:8. Artinya, bisa saja frekuensi BWA lebih murah seperdelapan dibanding 3G.
Secara terpisah, Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewo Broto menegaskan, harga frekuensi BWA belum ditentukan mengingat harga dasar dari peserta belum masuk. "Harga dasar diambil dari penawaran peserta. Setelah itu ditentukan benchmark (tolok ukur)-nya. Sebaiknya jangan berandai-andai dulu soal harga BWA lebih murah atau lebih mahal dari 3G," tegasnya.
Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setyadi memperkirakan ada 45 kemungkinan variasi harga yang diterapkan, mulai dari yang paling mahal sampai terendah, mengingat dari 15 wilayah akan ditetapkan tiga operator sebagai pemenang tender. "Itu berdasarkan hitung-hitungan saya pribadi saja," tegasnya.
Ekosistem Broadband
Mas Wigrantoro juga berpendapat, harga frekuensi BWA yang wajar menjadi syarat utama terciptanya ekosistem bagi industri broadband yang nantinya bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Harga yang wajar, lanjut dia, bisa menggunakan dua pendekatan, yakni jangka pendek dengan menentukan harga besar pada awal atau harga rendah sambil berharap ekosistem terbangun. "Sekarang tergantung pilihan dari pemerintah mau jalan pintas atau panjang. Semuanya ada risikonya," Mas Wig mengingatkan.
Head of Nokia Siemens Network Indonesia Arjun Trivedi mengatakan, untuk membangun teknologi broadband yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mendukung, regulasi yang ramah industri, teknologi yang bisa diaplikasikan, dan diterima pelanggan. "Masalah harga itu bagian dari membangun ekosistem," tandasnya.
( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Penetapan harga BWA harus tidak merugikan negara, tetapi juga tidak memberatkan industri. Ini yang harus dicari jalan tengahnya agar harga tetap pro rakyat," jelas Staf Ahli Menkominfo, Suhono Harso Supangkat, di sela 2nd Indonesian Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Pemerintah telah membagi 100 MHz frekuensi di spektrum 2,3 GHz bagi 15 zona di seluruh Indonesia, dimana 75 MHz untuk BWA nomadic (area terbatas) dan BWA mobile (lintas area). Dari 75 MHz yang akan ditender pertengahan Juni mendatang, masing masing peserta tender dibolehkan untuk menawar maksimal 30 MHz dan minimal 15 MHz di setiap blok wilayah.
"Setiap wilayah yang akan diisi oleh tiga operator akan bervariasi harganya. Tergantung tingkat kepadatan trafik dan potensi calon pelanggan di tiap wilayah tersebut,"lanjut Suhono yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Tender BWA.
Sebelumnya, kalangan industri mengkhawatirkan pemerintah akan menetapkan harga frekuensi BWA setara dengan 3G atau mencapai Rp 160 miliar. Namun Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar menegaskan, harga frekuensi BWA akan lebih murah dari 3G.
Mungkin saja yang dikatakan Basuki benar, mengingat BWA dianggap masuk kategori jaringan tetap lokal area terbatas seperti FWA (fixed wireless access). Sementara 3G layaknya lisensi seluler bergerak. Beda biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi antara FWA dan seluler ialah 1:8. Artinya, bisa saja frekuensi BWA lebih murah seperdelapan dibanding 3G.
Secara terpisah, Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewo Broto menegaskan, harga frekuensi BWA belum ditentukan mengingat harga dasar dari peserta belum masuk. "Harga dasar diambil dari penawaran peserta. Setelah itu ditentukan benchmark (tolok ukur)-nya. Sebaiknya jangan berandai-andai dulu soal harga BWA lebih murah atau lebih mahal dari 3G," tegasnya.
Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setyadi memperkirakan ada 45 kemungkinan variasi harga yang diterapkan, mulai dari yang paling mahal sampai terendah, mengingat dari 15 wilayah akan ditetapkan tiga operator sebagai pemenang tender. "Itu berdasarkan hitung-hitungan saya pribadi saja," tegasnya.
Ekosistem Broadband
Mas Wigrantoro juga berpendapat, harga frekuensi BWA yang wajar menjadi syarat utama terciptanya ekosistem bagi industri broadband yang nantinya bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Harga yang wajar, lanjut dia, bisa menggunakan dua pendekatan, yakni jangka pendek dengan menentukan harga besar pada awal atau harga rendah sambil berharap ekosistem terbangun. "Sekarang tergantung pilihan dari pemerintah mau jalan pintas atau panjang. Semuanya ada risikonya," Mas Wig mengingatkan.
Head of Nokia Siemens Network Indonesia Arjun Trivedi mengatakan, untuk membangun teknologi broadband yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mendukung, regulasi yang ramah industri, teknologi yang bisa diaplikasikan, dan diterima pelanggan. "Masalah harga itu bagian dari membangun ekosistem," tandasnya.
( rou / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
217 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
