Berita Utama
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
-
Rabu, 23/05/2012 15:28 WIB
Perang Ponsel Premium di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
-
Rabu, 23/05/2012 13:07 WIB
7 Pilihan Game untuk Ponsel Low End
PC Shipment Diprediksi Tetap 2,2 Juta Unit
Selasa, 21/04/2009 15:23 WIB
150.jpg)
Ilustrasi (detik)
Jakarta - Industri PC Tanah Air dinilai jangan terlalu berharap yang muluk-muluk di tahun 2009 ini. Mempertahankan penjualan di tahun 2008 saja juga sudah bagus.
Demikian dikatakan Ari Kunwidodo, Direktur OEM Microsoft Indonesia kepada beberapa wartawan di sela peluncuran produk baru Axioo di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Menurut hasil analisa internal Microsoft yang digabungkan dengan riset Gartner dan IDC, PC shipment (pengapalan) di Indonesia pada 2009 ini diprediksi kurang lebih sama dibandingkan tahun lalu.
"Cenderung flat di angka 2,2-2,3 juta unit, bahkan bisa mengarah negatif, tapi gak terlalu besar jaraknya," ujarnya kepada beberapa wartawan.
Segmentasi produk diyakini bakal lebih didominasi notebook, dengan presentase 55-56 persen ketimbang komputer desktop, dengan 14,6 persen atau sebanyak 351 ribu di antaranya didominasi netbook alias laptop mini .
Pun demikian, lanjut Ari, bukan berarti komputer desktop sudah kehilangan peminat. Sebab, meski tak terlalu besar seperti tahun-tahun sebelumnya, penjualan komputer desktop juga masih diminati pelanggan, terutama dari sektor korporat.
Industri Berevolusi
Di tahun 2009 ini juga diyakini telah terjadi pergeseran di industri PC. Dulu, industri masih didominasi produk PC mainstream, yang memiliki harga US$ 550 - US$ 900, tapi kini sudah beralih ke sektor produk value, yang dibanderol di harga kurang dari US$ 550.
"Sekarang produk value mendominasi dengan 60 persen, sedangkan mainstream 30 persen. Sisanya dipegang produk premium (di atas US$ 900) dengan 10 persen," jelasnya.
Pergeseran ini memang sesuatu yang wajar. Pasalnya, para calon pembeli tentunya bakal lebih mengetatkan anggaran mereka untuk membeli notebook baru.
"Itulah bedanya behaviour pelanggan korporat dengan perorangan. Kalau pelanggan perorangan mereka langsung menahan anggaran ketika akhir tahun lalu (awal krisis terjadi), tapi kalau korporat karena sudah dianggarkan di awal tahun maka akan tetap mengucurkan dananya," Ari menandaskan.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Demikian dikatakan Ari Kunwidodo, Direktur OEM Microsoft Indonesia kepada beberapa wartawan di sela peluncuran produk baru Axioo di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Menurut hasil analisa internal Microsoft yang digabungkan dengan riset Gartner dan IDC, PC shipment (pengapalan) di Indonesia pada 2009 ini diprediksi kurang lebih sama dibandingkan tahun lalu.
"Cenderung flat di angka 2,2-2,3 juta unit, bahkan bisa mengarah negatif, tapi gak terlalu besar jaraknya," ujarnya kepada beberapa wartawan.
Segmentasi produk diyakini bakal lebih didominasi notebook, dengan presentase 55-56 persen ketimbang komputer desktop, dengan 14,6 persen atau sebanyak 351 ribu di antaranya didominasi netbook alias laptop mini .
Pun demikian, lanjut Ari, bukan berarti komputer desktop sudah kehilangan peminat. Sebab, meski tak terlalu besar seperti tahun-tahun sebelumnya, penjualan komputer desktop juga masih diminati pelanggan, terutama dari sektor korporat.
Industri Berevolusi
Di tahun 2009 ini juga diyakini telah terjadi pergeseran di industri PC. Dulu, industri masih didominasi produk PC mainstream, yang memiliki harga US$ 550 - US$ 900, tapi kini sudah beralih ke sektor produk value, yang dibanderol di harga kurang dari US$ 550.
"Sekarang produk value mendominasi dengan 60 persen, sedangkan mainstream 30 persen. Sisanya dipegang produk premium (di atas US$ 900) dengan 10 persen," jelasnya.
Pergeseran ini memang sesuatu yang wajar. Pasalnya, para calon pembeli tentunya bakal lebih mengetatkan anggaran mereka untuk membeli notebook baru.
"Itulah bedanya behaviour pelanggan korporat dengan perorangan. Kalau pelanggan perorangan mereka langsung menahan anggaran ketika akhir tahun lalu (awal krisis terjadi), tapi kalau korporat karena sudah dianggarkan di awal tahun maka akan tetap mengucurkan dananya," Ari menandaskan.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Modal Pas-pasan, Tantangan Start Up Lokal
-
Kamis, 24/05/2012 15:11 WIB
Bos Sales BlackBerry Mengundurkan Diri
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 20:11 WIB
Operator-Vendor Kolaborasi Kembangkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 18:09 WIB
Telkom Kucurkan USD 10 Juta Kembangkan Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 17:08 WIB
Penyelenggara Cloud Wajib Bangun Data Center di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:52 WIB
UKM Belum Melek Cloud Computing
-
Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Hands On
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
- Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 09:42 WIB
Facebook Camera, Aplikasi Foto Sharing Mirip Instagram
-
193 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)
