Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Langka, Harga Sparepart Server KPU Bisa Dua Kali Lipat
Selasa, 14/04/2009 07:51 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Bandung - Terbentur dengan regulasi, KPU tidak membeli server baru. Akibatnya, server KPU bekas Pemilu 2004 dihidupkan kembali. Namun celakanya, beberapa sparepart sudah langka di pasaran sehingga harganya menjadi mahal.
"Ada beberapa sparepart yang langka. Jadi kami harus belanja ke luar negeri untuk mendapatkannya," ujar Iwan Ahmadi Lubis, Business Operations Manager PT Lapi Divusi, Penanggungjawab Pekerjaan Pemeliharaan Data Center KPU untuk Pemilu 2009 saat ditemui detikINET di kantornya, Senin (13/4/2009) sore.
Menurut Iwan, perjuangan pihaknya dalam mencari beberapa sparepart untuk menghidupkan kembali server KPU bekas pemilu 2004 itu tidaklah mudah. Bahkan ada sparepart yang terpaksa harus dibeli dengan harga dua kali lipat dari harga aslinya demi mengejar tenggat waktu yang ditentukan KPU.
"Sparepart untuk Proliant DL360R03 x3. 06/533 512 1G/RPS A/P dan Proliant DL360R03 x2.8/400 512 A/P sudah langka di Indonesia. Dan kita butuh itu agar server tersebut hidup dan bisa dipergunakan kembali. Kita cari sampai ke luar negeri," ungkapnya.
Iwan juga merasa kecewa dengan pihak-pihak yang menuduhnya korupsi dalam proses pengadaan dan pemeliharaan data center KPU. Menurutnya, pihaknya telah sesuai dengan apa yang diminta oleh KPU dalam kontrak.
"Kenapa yang bermasalah aplikasi, tapi teriak-teriaknya ke kita (server - red) yang kurang," katanya.
Sebelumnya, Iwan sempat menyarankan ke KPU untuk membeli server baru ketimbang menggunakan server bekas pemilu 2004. Namun, kata Iwan, KPU memiliki regulasi yang tidak memungkinkan pembelian server baru.
Disinggung mengenai pagu anggaran KPU untuk pengadaan dan pemilharaan data center yang mencapai Rp 2,3 miliar apakah cukup untuk menghadapi pemilu 2009, Iwan mengaku dengan dana sebesar itu pada dasarnya kurang untuk pembelian server baru.
"Kalau untuk pembelian server baru dengan dana segitu (Rp 2,3 miliar - red), itu kurang. Sekarang kalau hanya untuk kirim data dari TPS itu paling hanya sekitar 50 kilobyte. Itu belum termasuk image. Jadi ada dua data yang dikirim, satu adalah data teks dan satu lagi data image yang berisi hasil scan," paparnya.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Ada beberapa sparepart yang langka. Jadi kami harus belanja ke luar negeri untuk mendapatkannya," ujar Iwan Ahmadi Lubis, Business Operations Manager PT Lapi Divusi, Penanggungjawab Pekerjaan Pemeliharaan Data Center KPU untuk Pemilu 2009 saat ditemui detikINET di kantornya, Senin (13/4/2009) sore.
Menurut Iwan, perjuangan pihaknya dalam mencari beberapa sparepart untuk menghidupkan kembali server KPU bekas pemilu 2004 itu tidaklah mudah. Bahkan ada sparepart yang terpaksa harus dibeli dengan harga dua kali lipat dari harga aslinya demi mengejar tenggat waktu yang ditentukan KPU.
"Sparepart untuk Proliant DL360R03 x3. 06/533 512 1G/RPS A/P dan Proliant DL360R03 x2.8/400 512 A/P sudah langka di Indonesia. Dan kita butuh itu agar server tersebut hidup dan bisa dipergunakan kembali. Kita cari sampai ke luar negeri," ungkapnya.
Iwan juga merasa kecewa dengan pihak-pihak yang menuduhnya korupsi dalam proses pengadaan dan pemeliharaan data center KPU. Menurutnya, pihaknya telah sesuai dengan apa yang diminta oleh KPU dalam kontrak.
"Kenapa yang bermasalah aplikasi, tapi teriak-teriaknya ke kita (server - red) yang kurang," katanya.
Sebelumnya, Iwan sempat menyarankan ke KPU untuk membeli server baru ketimbang menggunakan server bekas pemilu 2004. Namun, kata Iwan, KPU memiliki regulasi yang tidak memungkinkan pembelian server baru.
Disinggung mengenai pagu anggaran KPU untuk pengadaan dan pemilharaan data center yang mencapai Rp 2,3 miliar apakah cukup untuk menghadapi pemilu 2009, Iwan mengaku dengan dana sebesar itu pada dasarnya kurang untuk pembelian server baru.
"Kalau untuk pembelian server baru dengan dana segitu (Rp 2,3 miliar - red), itu kurang. Sekarang kalau hanya untuk kirim data dari TPS itu paling hanya sekitar 50 kilobyte. Itu belum termasuk image. Jadi ada dua data yang dikirim, satu adalah data teks dan satu lagi data image yang berisi hasil scan," paparnya.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
216 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

