detikinet

Sistem Komputer Ratusan Negara Diterobos dari China

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 30/03/2009 07:35 WIB

cracker China (CNN)

Washington - Sebuah operasi pengintaian elektronik skala raksasa yang berbasis di China sukses menerobos sistem komputer pemerintah maupun pihak swasta di 103 negara. Demikian dikemukakan media New York Times yang dilansir AFP dan dikutip detikINET, Senin (30/3/2009).

Menurut hasil laporan para peneliti Kanada, aksi pengintaian itu dikontrol hampir sepenuhnya dari negara Tirai Bambu tersebut. Meski demikian tak bisa dipastikan apakah pemerintah China turut terlibat atau malah jadi dalangnya.

Para peneliti yang berasal dari University of Toronto mengawali langkah investigasi setelah Dalai Lama-pemimpin Tibet yang sering berkonfrontasi dengan China- meminta mereka memeriksa komputernya. Sebab, komputer Lama tampak terinfeksi malware. Dari situ terungkap adanya operasi pembobolan sistem komputer besar-besaran
dari China yang menimpa sekitar 1000 komputer di 103 negara.

Sebagian komputer tersebut adalah milik kedutaan, kementerian luar negeri dan kantor pemerintahan lainnya. Beberapa data penting pun berhasil diraup. Para peneliti yakin bahwa di samping untuk memata-matai Dalai Lama, sistem pengintaian ini juga difokuskan untuk memata-matai pemerintah negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Namun tak disebutkan apakah Indonesia termasuk di dalam daftar.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%