detikinet

Dirut Baru PT INTI Tengah Menyusun Strategi

Andrian Fauzi - detikinet
Senin, 23/03/2009 17:58 WIB

Irfan Setiaputera (inet)

Bandung - Lama berkiprah di perusahaan multinasional dan swasta nasional, Irfan Setiaputera kini menjadi nahkoda PT INTI. BUMN yang dulu pernah berjaya. Dua minggu ini dirinya hanya akan mendengarkan masukan dan informasi sebagai bahan menyusun strategi.

Ditemui detikINET usai acara serah terima jabatan di aula lantai 1 Gedung Kantor Pusat (GKP) PT INTI, Jalan Moch Toha Bandung, Senin (23/3/2009) siang, Irfan mengaku belum memiliki strategi. Dirinya selama 2 minggu ini akan mendengarkan semua masukan dan informasi guna menyusun strategi selanjutnya.

"Langkah pertama yang akan dilakukan adalah mencoba untuk memahami dan mempelajari potensi dan tantangan yang dihadapi saat ini, baik itu internal maupun eksternal. Sehingga dalam waktu tidak terlalu lama, sudah ada strategi dan rencana pengembangan PT INTI untuk 2-3 tahun mendatang," ujar Irfan.

PT INTI, merupakan salah satu industri strategis yang bergerak di bidang telekomunikasi selama lebih dari tiga dasawarsa. Bagi Irfan, dengan salah satu misi PT INTI yakni menjadi salah satu prime mover (penggerak utama) bangkitnya industri dalam negeri, itu yang menjadi tantangan.

"Kasih saya waktu. Minggu depan atau dua minggu lagi saya pasti bisa menjawab semua pertanyaan. Yang jelas, yang saya tekankan disini adalah rasa optimistis," tegasnya.

Disinggung mengenai fokus garapan INTI ke depannya, Irfan mengaku PT INTI tidak bisa menggarap pasar yang sekarang. Baginya, jika PT INTI menggarap pasar sekarang tidak akan terkejar.

"Marketnya tidak bisa market hari ini, tapi market masa depan. Terlambat dan tidak kekejar waktunya jika kita garap," papar mantan Country Manager PT Cisco System Indonesia itu menjelaskan.

Tak hanya itu, Irfan juga menambahkan bahwa market PT INTI pun bukan sembarang market. Harus ada prioritas market yang ingin dituju.

"Kita masuki market yang mana. Itu harus jelas. Dan satu lagi kita tidak akan masuk ke market kecil. Kalau kita masuk kan tidak mungkin mendapatkan 100 persen market share. Anggap lah kita cuma mendapat 30-50 persen berarti kan dapatnya kecil. Tapi kalau dapat 10 persen dari market besar kan lumayan," terangnya.

Sebagai Dirut baru, Irfan mengaku akan menjalankan apa yang tengah dan akan dijalankan oleh para pendahulunya. "Kita akan fokus di area yang INTI sedang lakukan sekarang. Termasuk manage service," pungkasnya.

( afz / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%