detikinet

Kejar Melek TI, Tarif Internet Harus Turun Tahun Ini

Andrian Fauzi - detikinet
Senin, 23/03/2009 07:31 WIB

ilustrasi (ist)

Bandung - Pemerintah terus mengupayakan tarif internet akan turun tahun ini. Pasalnya kebutuhan masyarakat akan internet terus meningkat dan tahun 2015 pemerintah menargetkan 50 persen penduduk Indonesia melek TI.

"Terlambat mengakselerasi penggunaan internet, maka kita akan menjadi bangsa yang tertinggal. Kita ingin internet lebih murah dan lebih cepat agar kita tidak terlambat. Itu sebabnya pemerintah pada 2009 ini akan menekan tarif internet," ujar Hatta Rajasa kepada detikINET usai seminar internasional 'Acelation of Education Quality Improvement Through Information Communication and Technology Use' di GSG Salman ITB, Jalan Ganesha No 7, Minggu (22/3/2009) siang.

Menurut Hatta, target pemerintah tersebut tidak akan berhasil jika tidak disokong oleh pihak-pihak lain. Menurutnya pembangunan infastruktur sangat tergantung pada public private corporation seperti PT Telkom. "Pembangunan infrastrukturnya sangat tergantung ada program kerja perusahaan seperti Telkom," kata Ketua Ikatan Alumni ITB ini menjelaskan.

Di tempat yang sama, Direktur IT PT Telkom Indra Utoyo, dalam sambutannya mengatakan bahwa Telkom terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kemampuan masyarakat khususnya di bidang TIK. Berbagai program telah dirancang oleh Telkom.


( afz / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%