detikinet

Indosat Belum Berani Jualan iPhone 3G

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 18/03/2009 13:57 WIB

iPhone (afp)

Jakarta - Indosat sebenarnya bisa ikut memasarkan iPhone 3G tahun ini, layaknya Telkomsel. Namun sayangnya, meski sudah bikin perjanjian rahasia dengan Apple, operator seluler ini masih belum berani.

"Kita lihat dulu respon pasarnya," dalih Kepala Pemasaran dan Merek Indosat, Teguh Prasetya, kepada detikINET, Rabu (18/3/2009). "Masalahnya sudah setahun yang lalu hype-nya. Ya, let's see later, lah," ia kembali beralasan.

Indosat sendiri, kata Teguh, telah membuat perjanjian rahasia alias non-disclosure agreement (NDA) dengan Apple Inc selaku pemilik gadget iPhone 3G. "Kita sudah NDA sejak tahun lalu," ungkapnya.

Lalu, kenapa tidak berani jualan meski sudah punya NDA? "Namanya juga exploring, dan keyakinan kita juga kurang," sahut Teguh.

Seperti biasa, entah apa karena kurang yakin juga, Indosat memang selalu datang belakangan untuk urusan inovasi layanan maupun produk yang sifatnya high cost. Misalnya saja saat peluncuran 3G, tiga tahun lalu.

Di saat dua pesaing utamanya, Telkomsel dan Excelcomindo (XL), berlomba dulu-duluan menghadirkan layanan, Indosat dengan santainya hadir paling akhir, beberapa bulan kemudian. Namun, Indosat mengklaim jaringannya paling bagus dan lengkap karena tak cuma menghadirkan 3G, tapi langsung ke 3,5G HSDPA.

Memang, dibanding pesaingnya yang lain, jaringan broadband 3G Indosat paling banyak diminati. Jumlah pelanggan mobile broadband Indosat, lewat modem IM2, bahkan mengungguli pesaingnya hingga dua kali lipat.

Indosat kini memiliki 500 ribu pelanggan untuk mobile broadband IM2. Sementara Telkomsel baru memiliki 250 ribu pelanggan Flash, dan XL 'cuma' 35 ribu pelanggan datacard. Namun sayangnya, kesuksesan meraih banyak pelanggan juga disertai konsekuensi menurun drastisnya performa jaringan, yang kemudian menuai banyak protes.

"Ya, mau bagaimana lagi. Kita sudah coba dengan tambah seribu node B (base station 3G), tapi kalau frekuensinya masih kurang, ya tidak akan membantu banyak," jelas Teguh, beberapa waktu lalu. "Idealnya, pemerintah memberikan penambahan frekuensi dengan harga yang tidak terlalu mahal agar tarif internet bisa turun."
( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%