http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Kenapa Call Center XL Tidak Gratis?

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 04/03/2009 18:31 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2009/03/04/328/callcenterxl285.jpg Petugas Call Center XL (rou/inet)
Jakarta - Excelcomindo Pratama (XL) menjadi satu-satunya operator telekomunikasi yang mengenakan tarif kepada pelanggannya untuk setiap panggilan ke nomor kontak layanan (contact center). Pihak XL beralasan hal ini dilakukan demi memberikan layanan yang lebih berkualitas.

Setiap pelanggan XL yang menghubungi nomor layanan 817 dikenakan biaya Rp 350 untuk setiap panggilan. Kata Myra Junor, GM Corporate Communication XL, hal ini sudah lumrah bagi jasa pelayanan mengingat besarnya sumber daya yang harus dibayar perusahaan.

"Memang kami yang pertama mengenakan biaya di sektor telekomunikasi. Tapi di perbankan sudah lama," ujarnya saat mengundang sejumlah wartawan mengunjungi contact center XL di Grha XL, Jakarta, Rabu (4/3/2009).

Head of Contact Management XL, Ferry Fibriandani, mengungkapkan setiap harinya nomor kontak XL dihubungi oleh 50 ribu pelanggan. "Kalau lagi peak bisa sampai 90 ribu pelanggan," tukasnya.

Namun, tak semuanya dikenakan biaya karena XL juga memiliki nomor kontak layanan lain, yakni 818. "Yang ini masih gratis karena dilayani mesin penjawab IVR (Interactive Voice Response)," sambung Ferry.

Kurangi Telepon Iseng

Faktor kena biaya Rp 350 untuk setiap panggilan ke call center 817 juga, ternyata turut berimbas pada penurunan tingkat telepon iseng (prank call).Next

Halaman 1 2
(rou/wsh)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Sponsored Link


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Nokia Android bakal Menggigit?

Nokia resmi memperkenalkan tiga seri Nokia X yang sudah mengusung sistem operasi Android. Mampukah tiga ponsel kelas menengah itu menggaet perhatian pasar?
Pro
55%
Kontra
45%


Must Read close