detikinet

Ditunggu, Penawaran Terbaik untuk Frekuensi 3G

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 03/03/2009 15:24 WIB

ilustrasi (ist)

Jakarta - Pemerintah menunggu penawaran terbaik dari operator seluler yang ingin menambah frekuensi 3G. Langkah ini diambil agar akses mobile broadband bisa lebih baik.

Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh menyatakan, penawaran tambahan frekuensi 3G itu akan digelar melalui tender beauty contest.

"Tentu, dalam beauty contest ini penilaian yang terbaik dilihat dari nilai rupiah yang ditawarkan," kata Nuh kepada detikINET, di gedung Depkominfo, Jakarta, Senin (2/3/2009).

Layanan 3G diselenggarakan oleh lima operator seluler, Telkomsel, Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), Natrindo Telepon Seluler (Axis), dan Hutchison CP Telecommunication (Three). Masing-masing mengantungi lisensi frekuensi 5 MHz.

Dari lima operator itu, bisa dibilang yang maksimal memanfaatkan frekuensi untuk menggelar layanan 3G baru sebatas tiga besar Telkomsel, Indosat, dan XL. Sementara dua lainnya, malah terkesan tak ada gaungnya meski telah mengantungi lisensi sejak enam tahun lalu.

Merasa frekuensi kian sempit, tiga besar operator seluler ini pun telah meminta penambahan frekuensi. Namun baru Telkomsel yang telah mengajukan secara resmi dengan harga yang diklaim pantas. Pemerintah sendiri mematok upfront fee untuk frekuensi 3G seharga Rp 160 miliar.
( rou / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%