detikinet

3G Bermasalah, Regulator Kasak-kusuk

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Kamis, 26/02/2009 12:14 WIB

BRTI (ist)

Jakarta - Penurunan kualitas layanan internet 3G, membuat Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) angkat bicara. Ada beberapa poin yang jadi perhatian regulator sehingga memanggil penyelenggara 3G yang bermasalah.

BRTI menegaskan bahwa penyedia jasa internet harus memerhatikan antara kemampuan kapasitas, bandwidth jaringan, dan jumlah pengguna. Dengan memaksakan jaringan dan bandwidth terbatas untuk sebanyak mungkin menjaring pelanggan, ujungnya kualitas
yang akan dikorbankan.

"Kedua, iklan seperti "up to kbps/mbps" harus diperbaiki. Jangan menggoda konsumen dengan kemampuan bit rate tertentu jika itu tidak bisa dideliver," seperti disampaikan anggota komite BRTI Heru Sutadi, kepada detikINET, Kamis (26/2/2009).

Dengan kondisi dan penetapan tahun ini sebagai tahun kualitas layanan, BRTI melihat urgensi QoS (quality of sevices) untuk jasa Internet. "Mengikuti problem layanan di IM2, sesuai SOP (standard operating procedure) kita akan minta klarifikasi mereka dalam waktu dekat," kata Heru.

"Namun perlu diluruskan, IM2 bukan penyelenggara jaringan 3G. Sebab, yang mempunyai lisensi adalah Indosat. Sehingga bukan dalam kapasitas IM2 jika menyatakan jaringan yang dipakai untuk data bebannya sudah penuh," tandas anggota BRTI sampai 2011 itu.
( rou / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%