Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Telematika
Ayo, Duduk Bersama Demi WiMax Nasional
Senin, 16/02/2009 10:30 WIB
Dimitri Mahayana
Jakarta -
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
detikINETpada 27 Januari lalu melansir soal kemampuan kapasitas produksi PT Hariff Daya Tunggal Engineering. Industri dalam negeri, tampaknya, belum sepenuhnya matang dan siap menghadapi gelaran WiMax di tanah air.
Terutama dalam hal penyediaan skala ekonomi produk akhir yang tinggi--yang gilirannya menciptakan harga perangkat level perangkat akhir (CPE/customer premise equipment) terjangkau oleh publik.
Pada tataran perangkat jaringan, acungan jempol memang harus diberikan ke produsen WiMax nasional. Informasi yang dihimpun mencatat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) jaringan sudah di atas rata-rata.
Jika mengacu referensi Permen Depperin No.11/2006 plus kebijakan Ditjen Postel, limitasi TKDN jaringan 30% sudah terlampaui sekaligus tersertifikasi pelaksana audit selevel PT Surveyor Indonesia.
Misalnya PT Hariff Daya Tunggal Engineering, di mana TKDN base station 2,3 Ghz sudah mencapai 67,47%, base station 3,3 Ghz (67,47%), subscriber station 2,3 Ghz (36,16%), dan antena sektoral 2,3 Ghz (79,38%).
Demikian pula dengan perangkat PT INTI yang juga disebut-sebut memiliki TKDN tak kalah tinggi. Apalagi, BUMN tersebut memiliki jejak rekam yang baik dalam kandungan lokal produk telekomunikasi.
Masih Mahal
Akan tetapi, local content jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Acces ini rasanya kurang afdhol, jika mengingat harga CPE lokal yang tersedia masih mahal. Kisarannya masih di level US$ 400 atau mendekati Rp5 juta per unit.
Situasi ini sangat disayangkan, teknologi yang digadang-gadang sangat terjangkau itu, ternyata masih sangat memberatkan di level pengguna akhir. Padahal, data riset menunjukkan ekspektasi sangat berbeda.
Survei Sharing Vision pada Januari 2009 kepada 150 responden menunjukkan bahwa 91% dari mereka sangat antusias kepada WiMax, jika diberikan perangkat gratis di awal masa berlangganan.
42% responden atau harapan terbanyak juga menginginkan harga pemasangan dan perangkat yang murah. Ikhtisar riset WiMax Forum juga setali tiga uang, harga ideal CPE Wimax berada di kisaran US$20-US$40 per unit.
Di sisi lain, skala produksi perangkat jaringan tadi juga belum begitu besar. Sepengetahuan kami, baru PT TRG (anak usaha PT Indonesia Tower) yang siap produksi di atas 1 juta unit.
PT Hariff sendiri mengaku hanya bisa produksi massal 200.000 unit. Sementara data produsen lainnya seperti PT INTI, PT Dama Persada, dan PT Solusindo Kreasi Pratama masih belum terekspos jelas.
Duduk Bersama
Dengan demikian, ada dua tantangan mengemuka terkait produsen WiMax nasional aktual: Menciptakan harga perangkat CPE sangat terjangkau (maksimal US$100) dan meningkatkan kapasitas produksi perangkat jaringan.
Ini memang bukan persolan mudah dalam mengakselerasi keduanya. Namun mengacuhkannya pasti akan membuat sejarah keterlibatan industri lokal dalam bisnis telekomunikasi mutakhir makin kelam saja.
Perjalanan panjang menuju munculnya peraturan Menkominfo tentang tender Wimax yang memakan waktu hampir dua tahun, sewajarnya diapresiasi kesiapan dan kematangan industri lokal itu sendiri.
Kiranya, pada titik ini, perlu dipikirkan upaya seluruh pemangku kepentingan industri telekomunikasi nasional untuk duduk bersama, memikirkan langkah percepatan manufaktur WiMax dalam negeri.
Misalnya upaya pemikiran penghapusan kebijakan bea pajak impor lebih tinggi bagi komponen suku cadang daripada produk jadi, masih relevan dipertimbangkan pelbagai pihak regulator terkait.
Jangan sampai ketika tender rampung dan harapan publik atas layanan broadband terjangkau kian membuncah, operator pemenang tender ternyata masih kesulitan mencari produsen WiMax dalam negeri yang handal.
Kisah ironis akan minimnya produsen nasional dalam helatan teknologi 2G dan 3G di Indonesia, telah saatnya dihentikan. Gelaran WiMax, sudah seharusnya, menjadi momentum kebangkitan industri tanah air. Ayo!!
Penulis adalah dosen ITB sekaligus Chairperson Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Bandung. Bisa dihubungi lewat redaksi@detikinet.com
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
214 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

