Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Spam Naik ke Tingkat 'Normal' yang Membahayakan
Minggu, 15/02/2009 09:54 WIB
.jpg)
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Seperti yang telah diprediksi, volume spam terus meningkat dari pasca pemutusan server McColo dengan mencapai di atas 79% dari seluruh email di dunia dalam beberapa hari ini.
Padahal ketika server perusahaan hosting McColo diputus pada November lalu, diperkirakan spammer akan menghadapi kesulitan untuk mengirim pesan mereka dalam jangka pendek. Namun karena motif memperoleh keuntungan dari spammer tetap ada, kampanye spam yang baru pun kembali muncul.
Menurut laporan bulanan Symantec, kecepatan spammer kembali berbisnis bukannya tidak terduga. Pada Oktober 2008, Symantec melaporkan bahwa keberadaan zombie aktif di seluruh dunia mengalami pergeseran.
Amerika Serikat tetap memegang 'kehormatan' sebagai wilayah asal spam utama dan secara konsisten telah menjadi salah satu sumber spam terbesar, dengan kontribusi 23% terhadap peredaran spam di dunia.
Namun kontribusi spam dari AS diperkirakan akan terus menurun seiring waktu ketika semakin banyak orang di belahan dunia lainnya yang online pada abad ke-21.
Tanda-tanda tersebut saat ini sudah mulai terlihat, Botnet baru di Amerika Latin dan Asia misalnya, semakin mendorong kampanye spam pasca McColo dibungkam. Bahkan, Kolumbia dan Argentina telah bergabung dalam jajaran 10 besar daerah asal spam, sementara Brazil telah naik ke posisi kedua setelah AS.
Ada beberapa alasan di balik perubahan daerah asal spam. Tetapi yang jelas, meningkatnya investasi di infrastruktur TI bagi banyak negara menghasilkan pertumbuhan pengguna internet yang tinggi.
Negara-negara seperti Brazil, India dan Cina, memiliki kelas menengah yang sangat besar. Di kalangan ini penetrasi internet tinggi dan akses broadband yang meningkat. Sebab, undang-undang dan regulasi keamanan TI juga sangat bervariasi di seluruh dunia, penekanan pada keamanan mungkin tidak selalu menjadi pertimbangan utama.
Di samping pergeseran daerah asal spam, juga teramati adanya perubahan jenis pesan spam pasca McColo. Antara Oktober 2008 dan Januari 2009, Symantec telah memantau perubahan berikut di tingkat spam dengan kategori: spam kesehatan (3%), kenyamanan (3%), produk (4%).
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Padahal ketika server perusahaan hosting McColo diputus pada November lalu, diperkirakan spammer akan menghadapi kesulitan untuk mengirim pesan mereka dalam jangka pendek. Namun karena motif memperoleh keuntungan dari spammer tetap ada, kampanye spam yang baru pun kembali muncul.
Menurut laporan bulanan Symantec, kecepatan spammer kembali berbisnis bukannya tidak terduga. Pada Oktober 2008, Symantec melaporkan bahwa keberadaan zombie aktif di seluruh dunia mengalami pergeseran.
Amerika Serikat tetap memegang 'kehormatan' sebagai wilayah asal spam utama dan secara konsisten telah menjadi salah satu sumber spam terbesar, dengan kontribusi 23% terhadap peredaran spam di dunia.
Namun kontribusi spam dari AS diperkirakan akan terus menurun seiring waktu ketika semakin banyak orang di belahan dunia lainnya yang online pada abad ke-21.
Tanda-tanda tersebut saat ini sudah mulai terlihat, Botnet baru di Amerika Latin dan Asia misalnya, semakin mendorong kampanye spam pasca McColo dibungkam. Bahkan, Kolumbia dan Argentina telah bergabung dalam jajaran 10 besar daerah asal spam, sementara Brazil telah naik ke posisi kedua setelah AS.
Ada beberapa alasan di balik perubahan daerah asal spam. Tetapi yang jelas, meningkatnya investasi di infrastruktur TI bagi banyak negara menghasilkan pertumbuhan pengguna internet yang tinggi.
Negara-negara seperti Brazil, India dan Cina, memiliki kelas menengah yang sangat besar. Di kalangan ini penetrasi internet tinggi dan akses broadband yang meningkat. Sebab, undang-undang dan regulasi keamanan TI juga sangat bervariasi di seluruh dunia, penekanan pada keamanan mungkin tidak selalu menjadi pertimbangan utama.
Di samping pergeseran daerah asal spam, juga teramati adanya perubahan jenis pesan spam pasca McColo. Antara Oktober 2008 dan Januari 2009, Symantec telah memantau perubahan berikut di tingkat spam dengan kategori: spam kesehatan (3%), kenyamanan (3%), produk (4%).
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Senin, 21/05/2012 14:07 WIB
Parah! Hacker Sebar Foto Porno Lewat Akun Facebook Pendeta
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Hati-hati Akses Internet di Hotel
-
Sabtu, 19/05/2012 09:58 WIB
Hati-hati Gunakan WiFi Publik untuk Online Banking!
-
Rabu, 16/05/2012 13:02 WIB
Awas! Malware 'Hantui' Pengunjung Wikipedia
-
Rabu, 16/05/2012 09:41 WIB
'Jailbreak dan Rooting Bikin Ponsel Tidak Aman'
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
214 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


