http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Pakai GPS, Polisi Datang Dalam 20 Menit

Andrian Fauzi - detikinet
Rabu, 11/02/2009 17:45 WIB
http://us.images.detik.com/content/2009/02/11/398/iswandihari285.jpg AKBP M. Iswandi Hari (afz/inet)
Bandung - Sejak dipasang Global Positioning System (GPS)di 29 mobil patroli yang dimiliki oleh Polwiltabes Bandung, waktu merespon laporan masyarakat semakin cepat. Hanya 20 menit, polisi sudah ada di lokasi.

GPS tersebut tidak hanya membuat waktu respon menjadi semakin cepat, rute dan posisi mobil patrolipun terpantau. Demikian diakui Wakil Kapolwiltabes Bandung, AKBP M. Iswandi Hari, saat ditemui detikINET di Gedung Landmark di Jalan Braga, Rabu (11/2/2009) siang.

"Memang belum semua mobil patroli yang kita punya dipasang GPS. Tapi dari yang sudah ada, patroli jadi terpantau dan waktu meresponnya jadi lebih cepat," ujarnya.

Menurut Iswadi, waktu merespon yang lebih cepat karena mobil patroli yang dipasang GPS tersebut disebar di wilayah Polresta Bandung Timur, Polresta Bandung Tengah, Polresta Bandung Barat dan Polwiltabes Bandung.

"Hanya 20 menit saat terima laporan dari masyarakat. Petugas kontrol kita akan mengecek di mana posisi patroli terdekat. Namun jika siang hari memang agak lebih lama karena faktor kemacetan," jelas pria berbadan tegap ini.

Saat ini tengah disiapkan 100 petugas polisi yang akan menjadi operator sekaligus driver dari mobil patroli yang telah dipasang GPS. Pihak Polwiltabes Bandung menggandeng Telkom untuk melatih personilnya tersebut.

"Kebetulan Telkom yang punya jaringan dan suka hati mau melatih kita. Kebetulan mereka juga punya banyak komputer yang bisa dipergunakan," terang pria yang pernah menjabat sebagai Wakapolres Pekalongan tahun 2003.

Sebelumnya kepada detikINET, Corporate Secretary Kandatel Bandung Irwan Sobrian mengatakan pihaknya telah memberikan pelatihan operasionalisasi GPS kepada anggota polisi di lingkungan Polwiltabes Bandung. Menurut Irwan, sudah beberapa angkatan yang mereka latih.

Menurut Irwan, program pelatihan tersebut akan tetap dilakukan sejauh dibutuhkan. "Pada prinsipnya kami siap bantu dan selalu men-support apapun yang dibutuhkan," tegas Irwan.

(afz/wsh)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close