detikinet

Dikaitkan dengan Teroris, Google Meradang

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 02/02/2009 06:27 WIB

San Francisco - Layanan peta online Google Earth sering menjadi kontroversi dan cercaan berbagai pihak. Aplikasi tersebut dinilai membantu teroris menentukan target serangan, misalnya dalam serbuan teroris di Mumbai, India beberapa saat lampau. Bahkan ada wacana Google Earth dilarang.

Panas dengan tuduhan bertubi-tubi itu, pihak Google yang semula jarang merespons mulai angkat bicara. Adalah John Hanke selaku bos Google Earth yang tampak meradang terkait tudingan tersebut.

Dengan tegas, Hanke membantah klaim banyak pihak bahwa Google Earth menolong para teroris melakukan aksi kejinya. Meskipun para teroris memanfaatkannya, Google Earth menurutnya tidak patut disalahkan.

Hanke yang adalah Director in Charge Google Earth dan Google Maps beralasan, kemajuan teknologi selalu punya kemungkinan disalahgunakan. Dan jika Google Earth dihilangkan, tidak ada jaminan pula serangan teroris mampu dicegah.

Dikutip detikINET dari The Inquirer, Senin (2/2/2009), Hanke juga menilai kejahatan berasal dari niat para pelakunya. Mereka pun bisa memakai sarana apa saja, termasuk perangkat teknologi seperti Google Earth.

Memang di samping berbagai tuduhan miring, Google Earth terbukti mempunyai banyak manfaat. Bahkan baru-baru ini, kepolisian di Swiss memanfaatkannya untuk membekuk pengedar ganja.


( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%